Kamis , 20 Januari 2022
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Slank Ngadu ke MK Dapat Perhatian Media Asing

Slank Ngadu ke MK Dapat Perhatian Media Asing

Jakarta, channelsatu.com:Setelah lima tahun sering dicekal saat akan manggung, kelompok Slank akhirnya mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (21/1).

Kehadiran Slank di MK diwakili pemain drumer, Bim-Bim Slank dan pemain bass Slank, Ivan Slank serta ibu Bimbim yang juga manajer band ini, Bunda Iffet. Mereka diterima langsung ketua MK, Mahfud MD yang menyambutnya dengan hangat.

Inti pertemuan tersebut adalah untuk  berkonsultasi terkait potensi adanya pelanggaran hak konstitusional yang terkandung dalam Pasal 15 ayat 2 huruf a Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian yang mengatur tentang syarat adanya izin keramaian dari kepolisian pada suatu acara massal seperti konser musik.

Pengaduan Slank ke MK ini ternyata mendapat perhatian media asing bbc sebagai laporan utama, dengan judul Slank: uji materi bukan ‘musuhi’ polisi.

Grup ini menggugat pasal yang mengatur kewajiban izin keramaian ini, seperti diakui mereka sudah lama muncul setelah Slank merasa kerap dihambat manggung karena izin tak terbit bahkan pada saat-saat terakhir.

“Gak pantes dan sangat berlawanan dengan semangat reformasi. Makanya kami gugat,” serunya.

Gugatan uji materi bukan soal balas dendam pada polisi, tegas Bimbim, tapi usaha untuk menghindari situasi yang sama terus terjadi.

“Sudah lima tahun sering kejadian. Di Tangerang malah 2 November lalu panggung sudah jadi, lighting sudah siap, tapi ternyata izin tidak keluar,” ungkap drummer Slank, Bimbim.

Menurut Bimbim lagi, alasan izin batal turun bisa macam-macam biasanya mengutip pengalaman dimana konser Slank beberapa kali diwarnai kerusuhan penggemar.

“Ini era reformasi mau demonstrasi saja cukup memberitahukan rencana aksi. Mau konser, menghibur masyarakat kok malah dipersulit.”

Meski rusuh bukan cuma monopoli Slank namun band yang dipuja ratusan ribu penggemar fanatik ini tetap tak bisa berbuat apa-apa menghadapi situasi itu karena aparat menggunakan pasal 15 UU Kepolisian sebagai dasar keputusannya.

“Pasalnya karet banget, jatuhnya ya subyektif terserah siapa yang pakai saja,” keluh musisi yang mulai serius main band sejak sekolah menengah ini.

Untuk itu, kelompok Slank telah membulatkan tekad untuk mengajukan gugatan uji materiil terhadap pasal 15 UU Kepolisian yang mengharuskan tiap kegiatan keramaian publik mendapat izin keramaian dari aparat.

Pertemuan dengan Mahfud pula yang disebut Bimbim meneguhkan niat lima personel kelompok ini untuk segera mengajukan surat gugatan resmi uji materiil UU Kepolisian.

“Beliau bilang gak usah pake lawyer, urus sendiri saja juga bisa,” tambah pemilik nama asli Bimo Setiawan Almachzumi ini.

Bersama sebuah tim Slank kini tengah mematangkan rencana pengajuan gugatan ini, termasuk untuk memutuskan apakah akan menggunakan kuasa hukum untuk mewakili mereka atau tidak dalam sidang konstitusi nanti.

“Dalam dua minggu lah kita rencananya sudah resmi mengajukan surat ke MK.” pungkas Bimbim yang merasa bahagia sekali hari itu karena keluhannya untuk berekspresi dengan bermain musik mendapat support dari MK. (bbc/ant/dsp) Foto: Antara

About ibra

Check Also

Kelompok Shivaband 20. Foto: Ist.

Shivaband 20 Sudah Punya 40 Stock Lagu dan Siap Diluncurkan

Jakarta, channelsatu.com:Pendatang baru grup musik, Shivaband 20 siap meramaikan industri musik Indonesia diawal 2021 ini. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *