Senin , 6 Desember 2021
Home / Hot News / Ayu Azhari Ajak Masyarakat Membangun Ekonomi Lewat UMKM

Ayu Azhari Ajak Masyarakat Membangun Ekonomi Lewat UMKM

Aktifitas Ayu Azhari di Ngopi Daring Bela Negara yang diinisiasi oleh Bela Negara Kementerian Pertahanan RI kemarin. Foto: ist.
Aktifitas Ayu Azhari di Ngopi Daring Bela Negara yang diinisiasi oleh Bela Negara Kementerian Pertahanan RI kemarin. Foto: ist.

Jakarta, channelsatu.com: Aktris Ayu Azhari mengaku sejak belia sudah menjadi pelaku usaha, kini dari pengalaman yang ia dapat, Ayu berusaha melibatkan orang lain. Tujuannya untuk memperbaiki perekonomian mereka semakin berkembang, utamanya lewat UMKM.

Hal ini diungkapkan Ayu dalam Ngopi Daring Bela Negara yang diinisiasi oleh Bela Negara Kementerian Pertahanan RI kemarin, dengan tema Usaha Mandiri Untuk Semua.  Hadir dalam acara tersebut selain Ayu Azhari, diantaranya ada Dewi Motik, Vena Malinda, Direktur Bela Negara Brigjen TNI Jubei Levianto, Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, Dr Kh. Muhammad Zakki M.Si, dan lainya.

Pemahaman Bela Negara sendiri menurut Ayu, ia belajar dari Teguh Karya, bentuknya bela negara dengan mengumpulkan anak anak berbakat untuk dilatih mencapai cita citanya di bidang film. “Jadi saya belajar sama dia bahwa kita harus bermanfaat buat lingkungan,” katanya.

Kemudian belajar dengan Gusdur, orang yang sangat peduli dengan orang orang ‘kecil.’ Dia bilang mikro ekonomi itu penting, saya pikir iya…. ya kalau rakyatnya nggak ada ikhtiar, mau makan apa. Berbagi dan kebersamaan adalah bentuk bela negara juga tentunya,” lanjut Ayu.

Masih bicara soal bela negara, Dewi Motik menerangkan, “Saya nggak pakai teori, sederhana saja. Selama apa yang kau lakukan banyak manfaatnya untuk orang lain, langsung kerjain karena untuk negara. Iman dan taqwa pasti jalan karena apa, kita nggak mikirin diri sendiri,” timpal Dewi Motik yang dapat peniti emas dari negara karena aktif dikegiatan sosial di masyarakat.

“Saya membayangkan kalau semua  pengusaha kita punya misi seperti mbak Ayu, Mbak Vena, Bunda Dewi Motik, mas Nur dan Kiyai Zakki, membangun usaha memikirkan kesejaheteran masyarakat di sekelilingnya bukan pribadinya, ini Indonesia tidak akan susah. Rakyat akan makmur karena pengusaha memikirkan kesejahteran masyarakat,” sambut Brigjen TNI Jubei Levianto Direktur Bela Negara.

Kembali ke soal bisnis, Ayu menjelaskan pada awak media, sebenarnya sejak SD sudah melakukannya. Mulai dari buka perpustakaan, yang disewakan ke teman teman, jual popcorn dipengajian neneknya. “Hasilnya bukan untuk saya tapi untuk kegiatan bersama teman teman yang bermanfaat,” aku Ayu senang seperti ada keberhasilan, ada prestasi, ada ikatan dengan teman dan keluarga, ke buyer juga.

Ayu Azhari Bersatu bersama Relawan Perang Melawan Covid-19. Foto: Ig Ayu
Ayu Azhari Bersatu bersama Relawan Perang Melawan Covid-19. Foto: Ig Ayu

Dijelaskan Ayu, usaha yang sudah dirintisnya itu sempat berhenti (jualan) setelah ikut modeling dan syuting. Lalu diakuinya muncul kembali kepikiran untuk bisnis lagi disaat banyak berkegiatan dengan masyarakat.  “Sekitar 10-15 tahun lalu, saya lihat ada batik gentongan yang belum dikenal, kemudian saya bawa ke kementrian Pariwisata untuk saya bawa ke Belanda untuk pameran. Alhamdulillah batiknya dikenal dan menjadi salah satu ikon batik Indonesia, batik gentongan ini,” tuturnya.

Masih tentang batik, Ayu juga melaksanakan karena didalamnya ada misi sosial. Ia memproduksi batik untuk baju yang tidak mahal dan desainernya dipercayakan pada anaknya. Kita produksi banyak kemudian dijual ke butik-butik, di pasar yang mau dan nggak pakai label. Ayu bersyukur meski maraup untung tidak banyak dari produksi batiknya tapi tetap berkelanjutan dan orang lain bisa mengambil untung juga dari situ.

Selain batik, Ayu juga menjual kopi. “Sebenarnya usaha kopi untuk membantu pegiat kopi dan petani kopi Indonesia. Sekaligus ingin memperkenalkan masyarakat Indonesia yang memiliki kualitas kopinya bagus. Karena kita salah satu penghasil kopi terbaik di dunia,” lanjutnya.

Saya awalnya sendiri bikin kopi yang premium yang spesial, saya bekerjasama dengan pesantren di Jawa Timur. saya belajar tentang kopi ini, awalnya kenal dengan kopi Doa namanya yang dibuat oleh santri. Kopi Greng, kopi Kyai, ini juga ada Aceh Gayo, banyak deh. Bahkan anak aku yang di Finland juga sering pesan dan jual di sana. Di sana banyak yang pesan lo,” ujar Ayu dimana di komunitas barista, ia juga pembina dibeberapa barista muda milenial.

Rencana ke depan?

“Ada beberapa kita mau kembangkan, bagaimana cara petik kopi yang baik dan proses pembuatan kopi yang baik,” tandas Ayu dimana diwaktu pandemi kemarin, ia bergabung dengan gerakan 1000 untuk Indonesia. Jadi relawan nasional melawan Covid 19 bantu teman teman yang isoman dengan memberikan vitamin dan makanan.

Menyoal Kenapa merek kopinya khadijah? Itu anak saya sih yang bikin, Khadijah corporate. Kita membina beberapa bisnis dan tenaga kerjanya untuk kita latih dari petani sampai pemasarannya. (Ja2)

About ibra

Check Also

Furi Hasan dan 7 Koleksi Bonekanya. Foto: Ibra

Ketika Furi Harun Memilih Mengadopsi Mahluk Astral

Jakarta, channelsatu.com: Kisah mengadopsi anak manusia atau binatang, tentulah sudah menjadi hal biasa. Tapi jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *