Kamis , 19 Mei 2022
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Dirjend Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf Prof. Dr.HM. Ahman Sya Puji Film Sayap Kecil Garuda

Dirjend Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf Prof. Dr.HM. Ahman Sya Puji Film Sayap Kecil Garuda

Jakarta, channelsatu.com: “Sayap Kecil Garuda  (SKG) adalah film bagus. Bagus sebagai tontonan dan juga sebagai tuntutan. Karena dari film ini kita bisa mendapat pelajaran bagaimana cara kita menanamkan cinta Tanah Air,” puji Direktur Jendral (Dirjend) Ekonomi Kratif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang hadir didampingi Direktur Pengembangan Industri Perfilman, Kemenparekraf, IR. Armien Firmansyah,MT di Jakarta, Selasa (21/1) pada wartawan usai Nonton bareng film SKG besutan Aditya Gumay.

SKG diangkat ke film setelah skenario yang ditulis Melia Arthopori keluar sebagai pemenang dari lomba penulisan skenario yang diikuti 400 penulis dan mendapat hadiah dari Kemenparekraf pada 2012 sebesar Rp 500 juta. Dan sekaligus sebagai bentuk fasilitasi pemerintah mendukung film bagus yang dilakukan bekerjasama produksinya dengan Samaradhana Production,Gatot Brajamusti Film.

Aditya Gumay sang koki film SKG yang dilakoni Rizky Black,Gatot Brajamusti, Deddy Mizwar, Elma Theana, Fuad Idris, Diza Refengga, Baby Mamesa, Aaliyah Massaid, Adam Syachrizal,menuturkan,bagaimana menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini dan bukan sekedar kita menghapal saja.

“Jadi dalam film ini ada dua tokoh. Yang satu namanya Pulung yang tercata sebagai siswa SMP, hidup penuh dengan kesederhanaan, tidak pintar bahkan sulit menghapal Panca Sila tapi mampu menjalankan hidup sesuai dari makna yang terkandung dalam butir-butir sila di Panca Sila. Sementara Fandi anak orang kaya, pintar, hapal dengan muda Panca Sila tapi dalam kesehariannya tidak mampu mengamalkan isi butiran Panca sila,” terang Aditya.

Kisah singkat film ini lengkapnya, hadir Pulung, remaja kelas 2 SMP – sulit sekali untuk bisa menghapal Pancasila dan makna lambangnya. Aneh memang, ia memang memiliki daya ingat yang lemah, waktu SD pernah tidak naik kelas dan ketika kelas 1 SMP juga tidak naik kelas.

Namun demikian Pulung anak yang baik, sepulang sekolah, sebelum mengaji di surau, ia rajin membantu kakeknya, yang dia panggil Abah – untuk mengumpulkan beras perelek, yaitu sebuah budaya yang turun temurun di kampung mereka. Warga kampung mensedekahkan 1 kaleng susu beras yang mereka letakkan di depan rumah.

Beras-beras itu mereka kumpulkan seminggu 3 kali lalu diserahkan ke Pak RT untuk kemudian dijual murah ke warga kampung yang tidak mampu. Uang hasil penjualan beras dipinjamkan ke warga kampung yang tidak mampu untuk keperluan modal usaha atau keperluan lainnya.

Sikap Pulung yang tanpa pamrih, penolong, sholeh dan mudah bergaul membuat ia dicalonkan jadi ketua Osis bersaing dengan Asih dan Fandi, murid yang pintar dan diunggulkan di sekolah mereka.

Suatu hari Ibunya Pulung yang selama 8 tahun bekerja diluar negeri pulang. Ia mengajak Abah dan Pulung pindah ke Jakarta. Abah menolak, demikian juga Pulung, karena semenjak ayahnya meninggal dan Ibunya pergi tanpa kabar, Abah yang mengasuh dan membesarkan Pulung.

Walau daya hapalnya lemah, ternyata Pulung sangat kuat dibidang visual, ia pintar menggambar, apalagi setelah diajari oleh Pak Zul, warga yang baru pindah ke kampung Pulung, sehingga Pulung dapat menjuarai lomba gambar antar siswa se Cianjur.

Pulung mendapat Piala dan sepeda dari menang lomba gambar tersebut. Yang mengharukan, piala tersebut diberikan Pulung ke Maman, anaknya Pak Zul yang juga suka menggambar tetapi matanya buta karena penyakit panas yang pernah dideritanya. Sementara sepeda akan ia gunakan untuk mengumpulkan beras perelek menggantikan sepeda Abah yang sudah reot.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Pulung berhasil menjadi ketua Osis? (ibra) Foto: Dudut dan dok Samaradhana.

About ibra

Check Also

Kelompok Shivaband 20. Foto: Ist.

Shivaband 20 Sudah Punya 40 Stock Lagu dan Siap Diluncurkan

Jakarta, channelsatu.com:Pendatang baru grup musik, Shivaband 20 siap meramaikan industri musik Indonesia diawal 2021 ini. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *