Minggu , 14 Agustus 2022
Home / Showbiz / Sinopsis / SEHIDUP SEMATI DENGAN SAMBAL

SEHIDUP SEMATI DENGAN SAMBAL

Jakarta, channelsatu.com:Dalam pertemuan dengan Forum Kajian Kuliner Indonesia (FKKI) untuk mendiskusikan mengenai beberapa program serta menentukan tren kuliner Indonesia 2014,akhirnya tersepakati bahwa tren kuliner Indonesia pada tahun kuda ini arahnya pada menu makanan yang pedas. Kata lain tren kuliner Indonesia 2014 adalah sambal yang menjadi primadona.

Tidak disangkal orang Indonesia tidak bisa lepas dari sambal yang bahan dasarnya cabai. Pokoknya semua suka sambal sertamerta apapun menu makanannya, mulai dari hidangan berkuah hingga aneka lauk pauk biasa. Malah mereka cukup dengan menyantap nasi putih saja ditambah sambal.  

Maka sambal selalu di hati. Sambal sebagai pendamping utama. Artinya masyarakat Indonesia sudah sehidup semati dengan sambal. Sesungguhnya Indonesia ialah negeri seribu satu sambal. Sambal tidal lain merupakan kekayaan kuliner Nusantara yang luar biasa. Di daerah Sulawesi, terdapat hidangan pisang goreng yang dikudap dengan sambal untuk cocolan.

Beberapa jenis cabai dapat digunakan untuk membuat sambal. Mulai dari cabai besar merah, dan hijau yang tidak terlalu pedas, hingga cabai keriting dan cabai rawit yang kadar kepedasannya cukup tinggi. Selain cabai, bahan lain yang digunakan untuk membuat sambal adalah terasi.

Fungsi terasi ini  untuk memberi rasa sedap, sehingga aromanya gurih pada sambal.  Bisa pula terasa diganti dengan  petis yang sangat umum digunakan masyarakat Jawa Timur. Sebaliknya  masyarakat Jawa Barat terasi dan petis digantikan oleh tauco. Sedang masyarakat Kalimantan Barat, untuk rasa gurih, menggunakan ebi atau udang kering.

Sensasi sambal memang pedas-pedas sedap. Bawang merah, bawang putih, tomat, garam dan gula termasuk bahan penting yang kerap dipakai dalam pembuatan sambal. Bahan itu diulek halus serta tercampur rata.  Di Jawa Timur ada yang dinamakan sambal tumpang, dibuat dari tempe busuk alias bosok alias pula tembe busuk.
Tempe itu didiamkan beberapa hari sampai mengalami fermentasi hingga menjadi busuk. Walau busuk, herannya rasanya luar biasa enak. Pada satu sisi orang Jawa pun mempunyai istilah kapok lombok. Maksudnya kendati pedasnya bikin kapok, namun tetap saja dinikmati. Kiranya begitu dengan sambal tumpang, meski tempenya busuk, tetap saja menjadi makanan enak.

Banyak juga sambal, terkadang diucapkan dengan kalimat sambel, yang unik. Misalnya sambal tampurung. Sambal ini satu daerah  dengan  sambal dabu-dabu. Bahan sambal tempurung yaitu semua bahan sambal diuleh lantas dicampur dengan bara dari batok atau tempurung kelapa.

Bagaimana dengan sambal pecel? Ya, terbuat dari kacang tanah yang ditumbuk halus, lalu dibumbui dengan  khusus seperti irisan daun jeruk. Sambal pecel memiliki berbagai varian. Maklum ada  pecel Madiun, pecel Surabaya,atau pecel Kediri. Tetapi pada dasarnya semua sama, hanya yang membedakan penyajian nasi pecelnya.

Pecel Kediri ada ada lalapan dan rempeyek. Pecel Madiun sedikit sekali berbeda rasanya dengan pecel Kediri. Pecel Surabaya disajikan dengan telur atau nasi rames.  Ya,itulah keragaman kuliner Indonesia yang luar biasa. Berbicara tentang sambal, bisa menjalar ke menu makanan lain yang tidak bisa dipisahkan dengan sambal.

Di Jawa Barat, ada belasan atau puluhan jenis sambal. Ada sambal terasi, sambal ijo, sambal cikur, sambal sereh, sambal dadak, sambal marah, sambal teri, sambal tempe, bahkan sambal yang bisa-bisa Anda tidak mengetahui namanya. Itu baru  dari tanah Sunda, belum lagi dari daerah lain, yang tentu  terdapat beraneka ragam jenis sambal. 

Menelusuri perkara sambal jelasnya tidak boleh pisah dengan cabai yang jelas mempunyai rasa pedas. Cabai itu memang bumbu yang termasuk warisan kuliner Indonesia sebagaimana lada, bawang, merica  yang sama-sama pula rasanya pedas. Cabai sendiri  mengandung vitamin C dan provitamin A (betakaroten). Betakaroten ini bisa meningkatan kesehatan penglihatan dan kulit.

Banyak orang membenarkan bahwa sensasi pedas sanggup meningkatkan gairah makan. Tidak terkecuali cemilan Ma’icih, sekadar menyebut, dan di kalangan anak gaul sangat digemari, yang berbahan dasar singkong. Ma’icih pun  memiliki tingkat kepedasan berbeda pada varian produknya.

Di beberapa restoran, di Indonesia, ada yang menjadikan masakan dengan berbagai tingkatan level pedas. Anda bebas memilih  tingkatan pedas yang berjenjang. Di Blitar Jawa Timur terdapat kedai bernama Mie Nuklir, yang menawarkan makanan pedas dengan membagi kategori tingkatan kepedasan.

Mie Nuklir ini warung sederhana yang berlokasi di Jalan Pakundenan Blitar, sekitar dua kilometer dari pusat kota Blitar  ke arah Kediri, menyediakan menu unik, seperti PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Sarjana, Magister, Doktor sampai Profesor.  Jelas nama menu yang tidak lazim, tapi sebenarnya  merupakan urutan rasa pedas semata.

Paud sebutan untuk mie yang tidak menggunakan caba sama sekali. Adapun TK berisi satu cabai. SD berisi lima cabai, SMP untuk sepuluh cabai. SMA 15 cabai, Sarjana 20 cabai, Magister untuk 25 Cabai dan Profesor untuk hidangan semangkot mie dengan 30 cabai. Anda bisa membayangkan betapa pedasnya mie dengan tingkat kecerdasan Profesor.

Perihal masalah kepedasan, di Bandung, yakni di Kuma Ramen, Anda bisa melakukan uji nyali untuk memecahkan rekor. Suatu ketika ada pelanggan yang menyantap ramen dengan tingkatan pedas level 70.  Di Kuma Ramen itu level kepedasan dipatok dari tingkatan satu hingga lima.  Adapun tingkatan di atas itu harga semangkok mie akan lebih mahal, ada biaya tambahan seribu rupiah perlevel pedas.

Omong-omong seberapa pedas makanan yang pernah Anda cicipi dan apa penangkal pedas? Sekarang ini banyak restoran yang namanya sudah memperlihatkan bahwa restoran itu mengetengahkan makan serba pedas. Contohnya Warung Pedas Mampus Abang Adek, Bebek Goreng  Sambal Setan, Nasi Pedas Bali, Sambal Desa (semua nama warung itu berada di Jakarta) , Mbak Jinhkrak, Mbah Gobyos (di Semarang), Nasi Pedas Bu Andika, Sambal Bejek (Bali) dan Bebek Mercon (Surabaya).

Tentang penangkal pedas yang mampu menetralisir rasa pedas di lidah yakni minumlah ocha, tidak lain  teh Jepang, jus timun atau minuman berlemak seperti susu. Susu atau minuman berlemak lainnya misalnya coklat, es krim dapat menyerap pedas baik di mulut maupun di pencernaan. Sementara minuman yang musti dihindari yaitu minuman dingin yang memang tidak memiliki dampak pedas. Malah menambah pedas itu sendiri.  

Benar-benar kaya ragam kuliner Indonesia. Ngomongin soal sambal saja, bisa menyeruak ke berbagai jenis makanan. Sambal tidak sekadar pelengkap hidangan, namun bisa lebih dari persoalan itu nyatanya berkaitan erat dengan kebudayaan. Singkatnya sambal bisa dilestarikan menjadi warisan busaya kuliner Indonesia. Nyatanya lagi sambal telah menjadi budaya kuliner Indonesia. ( Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis, pemerhati kuliner dan Redaktur Channelsatu.com) Foto: Ilustrasi.

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *