Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari memperkuat komunikasi keamanan publik lewat kegiatan Ngopi Kamtibmas di Perum Duta Gardenia, Benda. Acara yang menjadi ruang temu antara kepolisian dan masyarakat ini kembali menegaskan pentingnya kolaborasi warga dalam menjaga lingkungan, terutama di tengah maraknya isu kriminalitas remaja yang belakangan mencuat dan menyita perhatian publik.
Momentum silaturahmi yang berlangsung sejak pukul 19.40 WIB itu dipadati sekitar 120 warga dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur pemerintah, hingga pengurus lingkungan. Kehadiran mereka mencerminkan kebutuhan ruang dialog yang lebih dekat dan terbuka, terutama terkait persoalan keamanan yang terus berubah seiring dinamika perkotaan Tangerang.
Dalam pembukaan sesi arahan, Kapolres menekankan bahwa Ngopi Kamtibmas bukan agenda seremonial, melainkan platform berkelanjutan yang dirancang untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Sebagai pengamat interaksi sosial urban, ia melihat pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pendamping lingkungan yang memahami denyut kehidupan warganya.
Sorotan utama arahan Kapolres malam itu mengarah pada meningkatnya keterlibatan remaja dalam tawuran dan aktivitas kriminal akibat penyalahgunaan obat-obatan seperti Tramadol dan Hexymer. Dengan gaya komunikasi yang lugas, ia menegaskan komitmen memberantas peredaran obat terlarang yang memicu perilaku destruktif anak muda dan meresahkan warga di berbagai sudut kota.
“Kalau ada anggota yang membekingi penjual obat terlarang, akan saya tindak tegas, bahkan bisa saya pecat,” ujarnya dalam forum, menegaskan keseriusan institusi dalam memastikan tidak ada ruang kompromi untuk pelanggaran internal maupun eksternal. Tekanan pada integritas aparat menjadi poin penting untuk mengembalikan kepercayaan publik dalam isu keamanan lingkungan.
Kapolres juga mengajak para orang tua memperkuat komunikasi keluarga sebagai benteng pertama pencegahan perilaku menyimpang pada remaja. Ia menilai, banyak kasus tawuran maupun penyalahgunaan obat terjadi karena anak merasa tidak memiliki ruang aman untuk berbicara di rumah. Ajakan ini menjadi penting mengingat perubahan pola pergaulan digital yang semakin cepat dan tidak selalu sehat.
Interaksi warga dalam sesi tanya jawab pada pukul 21.56 WIB menjadi ruang bagi sejumlah keluhan terkait keamanan malam hari, aktivitas remaja, hingga kebutuhan kehadiran aparat di waktu-waktu tertentu. Kapolres menegaskan bahwa warga dapat menghubungi Call Center 110 kapan pun diperlukan, sebagai bentuk kehadiran cepat layanan kepolisian dalam situasi mendesak.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata berupa paket sembako untuk petugas keamanan dan petugas kebersihan sebagai simbol apresiasi atas penjagaan lingkungan. Acara berakhir pukul 22.55 WIB dengan suasana aman, tertib, dan penuh harapan bahwa sinergi polisi dan masyarakat akan semakin kuat dalam menciptakan wilayah yang kondusif. ich
