Arbani dan Mawar Hidupkan Kembali Cinta Sejati Albi–Shella di “Sampai Titik Terakhirmu”

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Kisah cinta viral yang sempat menggerakkan hati masyarakat Indonesia kini kembali hidup melalui film *Sampai Titik Terakhirmu*. Karya garapan Dinna Jasanti ini bukan sekadar drama romantis, melainkan penghormatan atas keberanian mencintai hingga akhir napas. Cerita nyata antara Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah menjadi fondasi film yang menggambarkan ketulusan, kehilangan, dan harapan dengan begitu manusiawi.

Lyto Pictures menghadirkan dua aktor muda berbakat, Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh, untuk memerankan Albi dan Shella. Keduanya menyalurkan energi yang kuat, membangun chemistry lembut yang membuat penonton ikut merasakan setiap detak perjuangan cinta mereka. Arbani mengakui, selama proses riset, ia banyak belajar langsung dari Albi tentang arti kesetiaan yang tidak bersyarat.

“Setiap kali ngobrol, aku merasa kayak sedang ngobrol sama versi terbaik diriku sendiri. Albi orangnya tulus banget. Aku jadi sadar bahwa cinta bukan hanya soal punya, tapi soal hadir,” ungkap Arbani dalam sesi wawancara. Baginya, film ini bukan hanya pekerjaan, tetapi pengalaman spiritual tentang keberanian menghadapi kehilangan.

- Advertisement -

Sementara itu, Mawar de Jongh merasa tersentuh dengan sosok Shella yang begitu hangat. Ia menelusuri banyak dokumentasi pribadi untuk memahami karakter yang diperankannya. “Shella selalu tersenyum bahkan saat sakit. Aku ingin energi itu terasa di layar, agar orang tahu dia bukan hanya sakit, tapi hidup dengan penuh cinta,” ucap Mawar dengan mata berkaca.

Dalam pemutaran trailer perdananya pada awal Oktober lalu, suasana berubah emosional ketika Albi hadir menyaksikan sendiri adegan-adegan yang merefleksikan perjalanan hidupnya. Air matanya pecah ketika melihat sosok Shella diperankan begitu lembut di layar. “Film ini bukan untuk mengenang kesedihan, tapi merayakan kehidupan yang pernah kita jalani bersama,” ujarnya haru.

Dinna Jasanti sebagai sutradara menegaskan bahwa ia ingin menghadirkan kisah ini dengan kejujuran emosional, tanpa eksploitasi kesedihan. “Kami menjaga agar film ini tetap menghormati kisah aslinya. Ini bukan tentang duka, tapi tentang cinta yang terus hidup meski waktu berhenti,” jelasnya.

Film ini bukan sekadar kisah dua insan yang mencintai, tetapi juga cermin tentang ketabahan manusia dalam menghadapi takdir. Lewat *Sampai Titik Terakhirmu*, penonton diajak untuk menyadari bahwa cinta sejati tak selalu berakhir bahagia, namun selalu meninggalkan keindahan.

- Advertisement -

Akan tayang di bioskop mulai 13 November 2025, *Sampai Titik Terakhirmu* siap mengajak publik menangis, tersenyum, dan kembali percaya bahwa cinta sejati memang ada — bahkan sampai titik terakhir kehidupan. ich

Read more

NEWS