Cilegon, Channelsatu.com – Banten, Kota Cilegon menjadi saksi lahirnya gerakan besar menuju kedaulatan pangan nasional lewat Program *Revolusi Pertanian* yang diinisiasi oleh Yayasan Bhakti Bela Negara (YBBN) Provinsi Banten bersama Kelompok Tani Saluyu dan Sejati. Di atas lahan produktif seluas 10 hektar di Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Rabu (29/10/2025), mereka berhasil memanen padi unggulan PS-08, menandai babak baru kebangkitan sektor pertanian di Indonesia. Panen ini bukan sekadar perayaan hasil bumi, melainkan wujud nyata kolaborasi antara rakyat, pemerintah, dan lembaga sosial dalam menghidupkan semangat kemandirian pangan.
Ketua Dewan Pembina YBBN, Seno Adjie, menegaskan bahwa program revolusi pertanian ini bukan sebatas kegiatan panen, melainkan gerakan kesadaran untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan bangsa. “Revolusi Pertanian adalah gerakan moral. Kami ingin menanamkan kembali nilai bahwa petani bukan hanya penghasil pangan, tapi penjaga ketahanan negara,” ujarnya penuh semangat. Menurutnya, benih unggulan PS-08 menjadi simbol inovasi dan harapan baru bagi masa depan pertanian Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
Ketua Pembina YBBN, Muhammad Fachry Anggara, menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam keberhasilan program ini. Ia menyebut Banten layak menjadi laboratorium pertanian modern Indonesia, tempat inovasi, teknologi, dan gotong royong bersatu. “Kita ingin menjadikan Banten pionir pertanian maju. Dengan pendekatan modern dan kolaboratif, petani tidak lagi hanya penanam, tapi penggerak ekonomi rakyat,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari Wali Kota Cilegon Robinsar, yang menyebut panen raya ini sebagai bukti nyata bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan perubahan. “Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendukung gerakan yang berpihak pada petani. Pertanian harus menjadi sektor yang membanggakan, bukan yang ditinggalkan,” katanya. Kehadiran TNI–Polri dalam acara ini turut memperkuat makna bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional.
Dinas Pertanian Kota Cilegon melaporkan bahwa produktivitas varietas padi PS-08 meningkat signifikan dibanding varietas lokal sebelumnya. Selain hasil panen lebih tinggi, varietas ini juga tahan terhadap hama dan memiliki masa tanam yang lebih efisien. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi benih unggul mampu menjawab tantangan klasik pertanian Indonesia: produktivitas rendah dan ketergantungan pada varietas lama.
Ketua Harian DPN YBBN, Rival Achmad Labbaika, menegaskan bahwa panen di Ciwedus merupakan bagian dari rangkaian *Revolusi Pertanian* yang sudah dijalankan di berbagai daerah. “Sebelumnya kami sudah menanam bibit unggul padi dan jagung PS-08 di 700 hektar lahan. Ini adalah dukungan nyata terhadap program *Swasembada Pangan* Presiden Prabowo Subianto dan visi besar *Asta Cita*,” jelasnya. Rival menyebut, semangat bela negara kini hadir dalam bentuk konkret: menanam, memanen, dan menjaga kedaulatan pangan.
Momentum panen raya ini menjadi pengingat bahwa sektor pertanian bukan sekadar urusan produksi, tetapi fondasi ekonomi dan moral bangsa. Di tengah arus globalisasi dan urbanisasi, keberhasilan YBBN bersama petani Banten ini membuktikan bahwa kekuatan sejati bangsa terletak pada tanah dan rakyatnya yang bekerja dengan cinta.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara petani, pemerintah daerah, aparat, dan pengurus YBBN. Di bawah langit Ciwedus yang cerah, gema semangat “Berbuat, Berbhakti, Berkarya” terdengar lantang — mengingatkan bahwa dari sawah yang sederhana, lahir kedaulatan yang besar. Dari Banten untuk Indonesia, menanam kedaulatan, menuai kemakmuran.
