Kabupaten Bogor, Channelsatu.com – Konser Simfoni Aksara kembali menghadirkan atmosfer seni yang hangat dan reflektif di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Sabtu malam, ketika ratusan talenta muda bersatu dalam sebuah pertunjukan lintas genre. Acara yang turut dihadiri Bupati Bogor, Rudy Susmanto, ini menjadi panggung perayaan kreativitas yang dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai ruang refleksi publik melalui seni. Keberadaan konser ini mempertegas bahwa Kabupaten Bogor tengah menjadikan seni sebagai bagian penting dari ekosistem budaya dan karakter generasi muda.
Sejak awal pertunjukan, Simfoni Aksara memikat penonton lewat perpaduan musik etnik, instrumen modern, dan aransemen segar yang dimainkan oleh sekitar 120 musisi muda. Balutan musik yang enerjik ini menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas, menghadirkan pengalaman artistik yang relevan bagi generasi hari ini. Di tengah nuansa Hari Pahlawan, konser ini menyuguhkan pesan kebersamaan dan kepekaan sosial yang kuat melalui narasi musikalnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat. Ia menilai Simfoni Aksara sebagai panggung yang membuktikan besarnya potensi kreatif generasi muda Kabupaten Bogor. Baginya, kegiatan seni seperti ini menjadi sarana pembentukan kepercayaan diri, tumbuhnya talenta unggulan, sekaligus wadah refleksi sosial yang mampu menjangkau warga lintas usia.
Rudy turut memberikan apresiasi kepada para penggagas konser, termasuk pewarta, musisi jalanan, dan pelajar Purwacaraka yang terlibat dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, Simfoni Aksara adalah wujud nyata kolaborasi inklusif yang menghadirkan seni sebagai ruang dialog dan kesadaran publik. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Rudy, harus sejalan dengan gerakan-gerakan kreatif seperti ini.
Di momen khusus, Rudy ikut tampil membawakan lagu “Rumah Kita” bersama grup musik Niskala. Penampilan yang penuh kehangatan ini bukan sekadar kolaborasi spontan, melainkan bentuk simbolik bahwa seni mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu ruang apresiasi. Penonton memberikan tepuk tangan panjang, menandai bahwa musik dapat menjadi medium kebersamaan yang sederhana namun sangat kuat.
Ketua Pokwan, Saeful Ramadhan, menjelaskan bahwa Simfoni Aksara adalah hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak dengan latar belakang berbeda. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa seni tidak harus lahir dari studio besar atau panggung megah, tetapi dapat tumbuh dari komunitas, jurnalis, hingga pelajar yang sama-sama mencintai musik. Tujuan utamanya tidak hanya hiburan, tetapi membangun kesadaran bahwa masyarakat membutuhkan kepedulian bersama.
Salah satu segmen yang paling mencuri perhatian adalah penampilan “Rumah Kita” yang disisipi naskah batu tulis, simbol bahwa Bogor adalah rumah yang harus dicintai dan dijaga bersama. Penonton merespons dengan antusias karena simbol tersebut memberi kedalaman emosional yang jarang terlihat di pertunjukan musik daerah. Nuansa itu sekaligus menjadi pengingat bahwa seni bisa membawa pesan sederhana namun mengena.
Simfoni Aksara menjadi bukti bahwa kegiatan seni di Kabupaten Bogor semakin berkembang dan mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda, musisi komunitas, hingga tokoh publik, konser ini memperkuat harapan bahwa ruang seni akan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan gaya hidup masyarakat Bogor yang kian dinamis. ich
