Jakarta, Channelsatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali membuktikan perannya sebagai motor pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan meraih penghargaan bergengsi *World’s Largest Women Microfinance Institution* dalam ajang Prominent Awards 2025 yang berlangsung di Grand Studio Metro TV. Penghargaan ini mengukuhkan PNM sebagai lembaga keuangan mikro terbesar di dunia yang konsisten mendukung perempuan prasejahtera melalui akses permodalan dan pendampingan usaha.
Prestasi ini sekaligus menandai keberhasilan PNM dalam menjalankan tiga pilar pemberdayaan, yaitu modal finansial lewat pembiayaan usaha, modal intelektual melalui pelatihan dan pendampingan, serta modal sosial yang memperkuat jaringan antar-nasabah. Sinergi ketiga pilar tersebut menjadi strategi utama PNM untuk mengangkat derajat pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan naik kelas.
Seiring dengan semakin kuatnya dukungan tersebut, PNM tak hanya sekadar menyalurkan modal, tetapi juga menghadirkan program peningkatan kapasitas serta jejaring bisnis. Dengan demikian, nasabah tidak hanya bergantung pada bantuan dana, melainkan juga mendapatkan bekal pengetahuan dan koneksi untuk memperluas usahanya.
Hingga Mei 2025, PNM tercatat telah melayani 15,8 juta nasabah aktif dengan dukungan 4.652 jaringan layanan di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut terdiri atas 58 cabang, 621 kantor unit ULaMM, serta 3.973 kantor unit Mekaar yang tersebar di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan. Capaian ini menjadikan PNM sebagai salah satu tulang punggung pembiayaan UMKM di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyebut penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap perusahaan, tetapi juga penghormatan atas perjuangan para nasabah yang membangun usaha dari nol. Menurutnya, setiap langkah kecil yang dilakukan para perempuan prasejahtera menjadi inspirasi bagi PNM untuk terus hadir mendampingi.
Bagi PNM, keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif yang dibangun sejak lama melalui pendekatan pemberdayaan yang humanis. Dengan menempatkan nasabah sebagai mitra, PNM berhasil menghadirkan model bisnis yang tidak hanya berorientasi keuntungan, tetapi juga pada transformasi sosial dan ekonomi.
Visi PNM ke depan tetap terfokus pada keberpihakan terhadap perempuan prasejahtera dan penguatan UMKM sebagai pondasi ekonomi nasional. Perusahaan menargetkan agar semakin banyak nasabah yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi wirausahawan tangguh dengan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Dengan mengusung semangat kolaborasi melalui tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program-program yang dijalankan PNM diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif. Penghargaan internasional ini menjadi dorongan tambahan bagi PNM untuk melanjutkan peran sebagai katalisator pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia. ich
