Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang secara resmi meluncurkan Mualaf Center Kota Tangerang dalam rangkaian Festival Al-A’zhom 2025 yang digelar di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat pembinaan umat dan layanan keagamaan yang inklusif di wilayah perkotaan, terutama bagi para mualaf yang membutuhkan bimbingan berkelanjutan dalam kehidupan spiritual dan sosial mereka.
Mualaf Center ini hadir atas kolaborasi antara BAZNAS Kota Tangerang dan Masjid Agung Al Ittihad, menjadi ruang pembinaan intensif bagi masyarakat yang baru memeluk agama Islam. Di dalamnya, terdapat berbagai layanan mulai dari penguatan akidah, pelatihan ibadah, pendampingan konseling, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis syariah untuk membangun kemandirian para mualaf.
Ketua Mualaf Center, Muhammad Hadiid Al Yasa, menyampaikan bahwa proses menjadi mualaf adalah perjalanan spiritual yang kompleks, tidak cukup hanya dengan mengucap dua kalimat syahadat, tetapi juga memerlukan pembinaan akidah, sosial, dan ekonomi. Oleh karena itu, kehadiran pusat pembinaan ini menjadi penting untuk memberikan rasa aman dan dukungan penuh bagi para saudara baru dalam menjalani kehidupan baru mereka.
Salah satu program unggulan Mualaf Center saat ini adalah “Bermuara” atau Bersama Mualaf Sejahtera, yang memberikan bantuan ekonomi sebesar Rp5 juta untuk masing-masing mualaf. Dengan total 20 penerima manfaat, program ini telah menyalurkan dana sebesar Rp100 juta dan ditujukan untuk membangun atau mengembangkan usaha kecil sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi mualaf.
Tak hanya berhenti pada aspek bantuan finansial, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan keterampilan serta pendampingan usaha, memastikan para mualaf mampu menjalani kehidupan yang mandiri dan bermartabat. Langkah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara aspek spiritual dan ekonomi dalam membangun kehidupan keumatan yang tangguh.
Mualaf Center ini memiliki beberapa titik lokasi layanan, di antaranya berada di Masjid Raya Al-Ittihad, Masjid Rumah Sakit Sari Asih Karawaci, serta rumah pendamping mualaf. Seluruh titik ini berfungsi sebagai tempat edukasi dan konsultasi bagi para mualaf, yang didukung oleh tim pendamping profesional dan relawan dari berbagai elemen masyarakat.
Peluncuran Mualaf Center menjadi bagian dari puncak perayaan Festival Al-A’zhom ke-12 yang berlangsung selama dua pekan, yang turut dimeriahkan dengan kegiatan tablig akbar, bazar halal, lomba-lomba Islami, serta pentas budaya religi. Festival ini semakin meneguhkan citra Kota Tangerang sebagai kota religius yang mendukung harmoni sosial dan keberagaman dalam bingkai nilai-nilai akhlakul karimah.
Dengan adanya Mualaf Center, Kota Tangerang menegaskan komitmennya dalam menjadikan pelayanan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan kota yang inklusif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lintas latar belakang. ich
