Jakarta, Channelsatu.com – Lidya Adel Leyda, atau yang akrab disapa Adel, telah meluncurkan debut singelnya, “Yang Penting Ada Waktunya,” sebuah karya yang tidak hanya menandai langkah pertamanya di industri musik profesional, tetapi juga merangkum perjalanan transformatifnya dari seorang penyanyi kafe menjadi bintang digital. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa musisi dan produser berbakat, yang semuanya berkontribusi untuk menciptakan sebuah karya pop kreatif yang ear-catchy dan relevan dengan kehidupan modern. Dengan tema sederhana tentang pentingnya waktu dan uang, lagu ini diharapkan dapat menjadi soundtrack bagi banyak orang yang sedang berjuang untuk menyeimbangkan ambisi dan realitas.
Dibalik kesederhanaan liriknya, proses produksi lagu ini melibatkan banyak pihak. Ilham Baso, yang merupakan penulis lirik dan komposer, telah berhasil menciptakan sebuah lagu yang mudah dicerna namun tetap memiliki kedalaman. Sentuhan aransemen yang modern dan bersih diberikan oleh Velow, yang juga bertanggung jawab untuk proses mixing dan mastering. Rekaman lagu ini dilakukan di Studio Ebony Ivory Jakarta, di mana Adel bekerja sama dengan Sinyo Luntungan sebagai recording engineer yang profesional. Kerjasama ini memastikan bahwa kualitas audio yang dihasilkan benar-benar maksimal, memberikan pengalaman mendengarkan yang terbaik bagi para penggemar.
Video klip untuk lagu “Yang Penting Ada Waktunya” juga dirancang dengan konsep yang sederhana namun efektif. Disutradarai oleh Anjar Kusuma, video ini menampilkan suasana yang ceria dan santai di sebuah coffee shop di Jakarta. Adegan-adegan dalam video tersebut sengaja dibuat untuk mudah diingat, termasuk gerakan tangan khas yang berpotensi menjadi tren viral di media sosial. Adel sendiri berharap konsep ini akan mudah diterima oleh publik dan memperluas jangkauan lagunya. “Videonya sederhana aja, biar mudah diterima publik,” kata Adel. “Selama ada waktunya dan ada uangnya, ya gas terus,” tambahnya, menunjukkan semangat positif yang ia bawa dalam setiap karyanya.
Sebelum dikenal di dunia digital, Adel adalah seorang penyanyi yang sangat akrab dengan panggung kafe, bar, dan coffee shop di area Bekasi. Pengalaman ini memberinya fondasi kuat dalam performa langsung dan interaksi dengan audiens. Suara Adel yang serak alami, yang ia akui merupakan hasil dari kebiasaan merokok, menjadi ciri khas yang membuatnya unik dan mudah dikenali. Uniknya, suara ini sering dibandingkan dengan penyanyi legendaris Indonesia, January Christy. Perjalanan ini mengajarkan Adel untuk beradaptasi dengan berbagai suasana panggung dan membangun kepercayaan dirinya sebagai seorang vokalis.
Adel juga mengungkapkan bahwa menyanyi pada awalnya bukanlah sebuah cita-cita, melainkan sebuah pelarian. “Saya tidak pernah ikut les vokal maupun punya dasar musik,” katanya. “Nyanyi itu buat saya cara meluapkan energi negatif dalam diri. Daripada dugem yang justru keluar uang banyak, mending nyanyi.” Awalnya, ia hanya membantu teman yang membutuhkan vokalis, tetapi dari kegiatan iseng ini, ia menemukan passionnya. Kisah ini menunjukkan bahwa terkadang, panggilan sejati dalam hidup ditemukan dari hal-hal yang tidak terduga, dan dari sebuah hobi bisa berkembang menjadi sebuah karir profesional yang menjanjikan.
Titik balik signifikan dalam karir Adel terjadi ketika ia mulai aktif di TikTok pada awal tahun 2025. Dari sekadar siaran langsung di kamar kos dengan peralatan seadanya, ia mulai membangun komunitas penggemar yang loyal. Meski sempat mendapat cibiran karena dianggap tidak menggunakan peralatan profesional, Adel justru menjadikan kritikan itu sebagai motivasi. “Saya sempat dihina karena dianggap nggak pakai peralatan live yang profesional,” kenangnya. Kini, situasinya berbalik 180 derajat. Adel berhasil meraup penghasilan jutaan rupiah setiap bulan dari live streaming di TikTok, sebuah angka yang jauh melampaui honornya saat manggung di kafe. “Alhamdulillah, dari penghasilan di TikTok saya bisa pindah dari kos sederhana ke apartemen,” ujarnya penuh rasa syukur.
Dukungan finansial yang signifikan juga datang dari seorang WNI di Amerika Serikat, Deni Suseno, yang dikenal sebagai Ayam Kremes. Deni kini bertindak sebagai produser yang mendukung penuh perjalanan karir Adel. Adel mengungkapkan bahwa ia sangat menjaga hubungan profesionalnya ini. “Sejak awal kenal, saya ingin hubungan kami lurus,” ungkap Adel, yang khas dengan kacamata bolong dan rokok kreteknya. “Jadi saya minta diperkenalkan juga ke istri dan anak-anaknya, biar tidak ada salah pengertian.” Komitmennya ini menunjukkan profesionalisme dan integritasnya. Bahkan, sebelum rekaman lagu “Yang Penting Ada Waktunya,” Adel sempat meminta restu kepada istri Deni, sebuah gestur yang sangat dihargai.
Meski kini telah memiliki basis penggemar yang kuat di dunia maya dan sudah merilis singel resmi, Adel menegaskan bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan panggung kafe. Ia memandang panggung offline sebagai tempat yang berbeda, di mana interaksi dengan penonton terasa lebih nyata dan personal. “Di TikTok kita nggak berhadapan langsung dengan mata dan reaksi penonton, bisa nyanyi sambil duduk,” jelasnya. “Sementara kalau live di panggung, kita harus all out. Jadi selama ada kesempatan, saya tetap butuh tampil di kafe,” pungkasnya. Adel berharap lagu “Yang Penting Ada Waktunya” dapat menjadi jembatan untuk karya-karya musiknya di masa depan, termasuk rencana untuk merilis album penuh.
