Kota Tangerang, Channelsatu.com – Gerak cepat ditunjukkan Komunitas Taman Potret (Kotret) Kota Tangerang dengan menyalurkan donasi hasil penggalangan dana selama 10 hari untuk membantu korban banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi sebesar Rp1.530.000 diserahkan kepada Baznas Kota Tangerang pada Senin, 8 Desember 2025.
Penggalangan dana yang dimulai sejak 30 November ini mendapat dukungan dari berbagai anggota komunitas yang selama ini aktif berkegiatan sosial di Kota Tangerang. Aksi tersebut digelar sebagai respons cepat atas kondisi darurat di sejumlah daerah yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana alam.
Ketua Kotret, Adrianto, mengatakan keputusan bergerak cepat dilakukan agar bantuan dapat segera diterima para korban. “Waktu pengumpulan memang kami buat singkat. Yang penting bantuan bisa cepat disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa meski nilai donasi tidak terlalu besar, semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi poin utama dalam aksi solidaritas ini. Menurutnya, tugas komunitas bukan hanya berkegiatan kreatif, tetapi juga hadir untuk masyarakat ketika terjadi musibah. *“Kami juga ingin menunjukkan bahwa komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sesama,”* tambah Adrianto.
Baznas Kota Tangerang menyampaikan apresiasi atas partisipasi Kotret dan berkomitmen menyalurkan bantuan tersebut secara resmi melalui jaringan distribusi yang menjangkau wilayah terdampak. Mereka memastikan seluruh donasi akan digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti logistik, obat-obatan, dan kebutuhan harian para penyintas.
Penggalangan dana ini turut memperkuat solidaritas antaranggota komunitas. Banyak anggota yang merasa perlu ikut berkontribusi meskipun dalam bentuk sederhana. Dukungan yang terkumpul menjadi harapan tambahan bagi warga Sumatera yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan.
Selain itu, Kotret juga mengajak masyarakat luas untuk terus membantu melalui skema donasi resmi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Mereka menilai bahwa kolaborasi antarwarga adalah kunci dalam menghadapi kondisi darurat.
Kotret berharap aksi kemanusiaan seperti ini dapat rutin dilakukan, bukan hanya saat terjadi bencana besar. Menurut komunitas ini, kepedulian adalah budaya yang harus dijaga agar masyarakat tetap kuat menghadapi tantangan apa pun. ich
