Kapolres Metro Tangerang Kota Datangi SMK N 4, Ingatkan Bahaya Tawuran dan Dampak Hukum bagi Pelajar

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Upaya pencegahan tawuran dan kenakalan remaja kembali menjadi perhatian serius Polres Metro Tangerang Kota saat Kapolres Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari melakukan mitigasi langsung ke SMK Negeri 4 Kota Tangerang, Senin (08/12/2025). Kegiatan yang digelar di Jl. Veteran, Babakan, Kota Tangerang itu menjadi langkah strategis kepolisian untuk menekan tren tawuran pelajar yang belakangan marak terjadi dan berpotensi menjerumuskan siswa pada tindak pidana.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasat Binmas AKBP Rahmad Haryanto, Kasat Samapta Kompol Ubaidillah, Wakasat Intel Kompol Riyanto, dan Kasi Humas AKP Prapto Lasono, bersama Kepala SMK N 4 Dedih Ru Tandi. Kehadiran para pejabat utama Polres itu menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja membutuhkan pendekatan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum.

Di hadapan ratusan siswa, Kapolres Jauhari menegaskan bahwa tawuran bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi tindakan kriminal yang memiliki konsekuensi hukum. “Ada tren di kalangan pelajar, kalau tidak ikut tawuran dianggap tidak keren. Ini keliru. Tawuran itu berbahaya dan ada ancaman hukumannya. Makanya Polri, guru dan orang tua harus bersinergi mencegahnya,” ujarnya mengingatkan para siswa agar tidak terjebak romantisasi kekerasan.

- Advertisement -

Kapolres juga menyampaikan bahwa sebagian besar pemicu tawuran maupun pelanggaran remaja berawal dari aktivitas media sosial. Ia meminta para siswa bijak berinteraksi di dunia digital serta tidak mudah terprovokasi ajakan negatif, termasuk ajakan demonstrasi. “Banyak pelanggaran berawal dari media sosial. Jangan mudah ikut ajakan negatif, termasuk ajakan demo yang bukan tugas kalian sebagai pelajar. Fokus belajar, itu yang utama,” tegasnya.

Lebih jauh, Kapolres menekankan pentingnya tata krama dan penghormatan terhadap guru serta orang tua sebagai fondasi kesuksesan anak muda. “Kalau mau berhasil, hormati orang tua dan guru. Jangan mudah terpengaruh hal negatif yang nantinya merugikan diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya, mengingatkan siswa agar memahami dampak jangka panjang perilaku di usia remaja.

Selain tawuran, Kapolres turut menyoroti bahaya bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku yang dapat menyeret pelajar ke ranah hukum. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menindak, tetapi juga mencegah melalui edukasi langsung ke lingkungan sekolah. Melalui kegiatan mitigasi ini, Polres berharap pemahaman pelajar terhadap aturan hukum dapat meningkat dan menjadi benteng terhadap perilaku berisiko.

Kegiatan ditutup dengan pesan Kapolres agar siswa tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan di lingkungan mereka. Layanan darurat kepolisian 110 kembali ia ingatkan sebagai saluran yang bisa diakses kapan saja dan bebas pulsa. Harapannya, keamanan dan ketertiban dapat terjaga tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat. ich

Read more

NEWS