Ericsson Perkenalkan AI in RAN, Dorong Jaringan 5G Lebih Cerdas dan Efisien

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Ericsson memperkenalkan AI in RAN, sebuah layanan perangkat lunak yang menempatkan kecerdasan buatan langsung pada jaringan akses radio atau Radio Access Network (RAN). Inovasi ini dirancang untuk membantu operator telekomunikasi meningkatkan performa jaringan, efisiensi spektrum, serta penghematan energi tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan.

Peluncuran AI in RAN dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan berbasis kecerdasan buatan yang menuntut jaringan seluler lebih cepat, lebih responsif, dan semakin otomatis. Solusi terbaru Ericsson menghadirkan model AI kelas telekomunikasi yang mampu bekerja secara real-time pada perangkat radio dan baseband.

Teknologi tersebut memungkinkan jaringan mengambil keputusan dalam hitungan mikrodetik berdasarkan kondisi lapangan yang terus berubah. Dengan dukungan data berkualitas tinggi dan kemampuan pemrosesan yang besar, jaringan dapat beradaptasi secara otomatis untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

- Advertisement -

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan bahwa AI kini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan di berbagai sektor industri. Karena itu, infrastruktur jaringan harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.

“AI menjadi pendorong utama inovasi di berbagai industri, dan menciptakan kebutuhan baru untuk konektivitas, kinerja, dan otomasi. Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang, serta membantu operator memenuhi permintaan data yang lebih besar di tengah tantangan investasi,” ujar Nora Wahby.

Menurutnya, kehadiran AI in RAN juga dapat mendukung visi Indonesia Digital 2045 melalui pembangunan fondasi jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Bagi Indonesia, teknologi ini dinilai relevan mengingat kebutuhan investasi pengembangan jaringan 5G yang sangat besar. Data GSMA menunjukkan kebutuhan investasi 5G di Indonesia mencapai sekitar 18 miliar dolar AS dan berpotensi meningkat hingga 50 miliar dolar AS pada 2030.

- Advertisement -

Dengan pendekatan berbasis perangkat lunak, operator dapat meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada tanpa harus melakukan investasi besar pada infrastruktur baru. Langkah tersebut diharapkan membantu percepatan perluasan layanan digital sekaligus mendukung target jangkauan 5G nasional yang ditetapkan pemerintah. ich

Read more

NEWS