Jadi Peserta P3N Lemhannas, Ridho Pandoe Sampaikan Pesan Wakil Presiden dan Gubernur Lemhannas

Share

Channelsatu, Jakarta – Peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) angkatan XXV, Ridho Pandoe membagikan pesan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Lemhannas, Prof Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Ridho Pandoe yang juga Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) DKI Jakarta ini menyampaikan, pendidikan di Lemhannas merupakan langkah strategis bagi kepemimpinan nasional.

Ia menyampaikan, para peserta pendidikan Lemhannas memiliki semangat kolaboratif dan visi pembangunan nasional.

- Advertisement -

“Kami peserta Lemhannas P3N, siap mendukung program pemerintah dan para calon pemimpin Indonesia,” ujar Ridho Pandoe saat ditemui usai acara di Jakarta, pada Rabu, (16/7/2025).

Ridho Pandoe juga menambahkan bahwa Lemhannas tidak hanya mencetak pemimpin tangguh, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan nasional.

Pentingnya kepemimpinan yang intregitas dan nasionalis membawa program pemerintah dapat dijalankan dengan baik dan barokah.

“Dengan semangat perubahan, sinergi, dan kesiapan dari berbagai elemen bangsa, program P3N dan P4N Lemhannas hadir sebagai lokomotif baru dalam mencetak pemimpin masa depan yang siap membawa Indonesia menuju era keemasan,” ujar Ridho Pandoe.

- Advertisement -

Pentingnya Kepemimpinan Nasional yang Adaptif

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menegaskan pentingnya kepemimpinan nasional yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis realitas lapangan dalam menghadapi tantangan global.

Hal itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada dan 110 peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII100 peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV  di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Di hadapan para peserta program unggulan Lemhannas RI, Wapres menekankan bahwa birokrasi, militer, dan sipil harus memiliki arah yang sama dalam menyukseskan agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita harus satu visi, satu tujuan, satu komando mewujudkan visi, misi, program dari Bapak Presiden,” tegas Gibran.

Ia juga mengingatkan bahwa kolaborasi antarsektor adalah kunci keberhasilan kebijakan publik, sekaligus penangkal dari ego sektoral yang kerap menjadi penghambat utama.

“Kita harus bekerja sama. Hilangkan egosektoral atau merasa paling hebat sendiri. Tidak ada negara yang bisa tumbuh dalam keadaan tidak stabil atau tidak kondusif,” katanya.

 

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS