Iskandar Widjaja Bikin Jakarta Hanyut dalam Senandung Biola

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Malam di Kemang menjadi saksi kepiawaian maestro biola asal Jerman keturunan Indonesia, Iskandar Widjaja, yang sukses membius sekitar 300 penonton dalam konser intim bertajuk *“An Intimated Evening with Iskandar Widjaja – The Art Of Strings”*. Digelar di D’Concert Room, Deheng House, Jumat lalu, konser ini meninggalkan kesan mendalam dengan sajian musik penuh jiwa dan sentuhan personal.

Iskandar membuka penampilannya dengan pilihan yang sarat makna, yakni dua lagu nasional, *Bagimu Negeri* dan *Tanah Airku*. Dari gesekan pertama biolanya, penonton seolah diingatkan pada akar tanah air sang maestro yang memang cucu dari musisi legendaris Indonesia, Udin Widjaja. Warisan musikal itu terasa hidup kembali malam itu.

Sebelum Iskandar naik panggung, *Fermata String Quartet* membuka acara dengan deretan nomor klasik, termasuk *Arrival of The Queen of Sheba* hingga *Besame Mucho*. Kehangatan alunan mereka mempersiapkan telinga penonton untuk suguhan utama yang lebih intim dan emosional.

- Advertisement -

Meski sempat tertunda karena hujan deras dan kemacetan Jakarta, kehadiran Iskandar di panggung langsung menghapus semua penantian. Dengan biola di tangan, ia memainkan karya-karya lintas zaman, dari *Variations on a Theme by Corelli* hingga *A Million Dreams* dari film *The Greatest Showman*, menghadirkan keindahan yang menghubungkan klasik dan modern.

Momen spesial muncul ketika Iskandar kembali menghadirkan lagu-lagu Indonesia seperti *Melati dari Jayagiri* dan *Sepasang Mata Bola*. Dengan cara itu, ia menunjukkan kebanggaannya pada tanah kelahiran leluhurnya sekaligus memperkenalkan warisan musikal Nusantara pada audiens global.

Suasana kian hangat ketika ia berkolaborasi dengan lima musisi pengiring. Penonton larut dalam alunan *Kiss The Rain* karya Yiruma, *Perfect* milik Ed Sheeran, hingga *He’s A Pirate* dari film *Pirates of The Caribbean*. Perpaduan biola dengan orkestra mini itu menghadirkan energi yang membuncah.

Puncak emosional konser hadir saat Iskandar membawakan karyanya sendiri berjudul *Lacrimae*, lagu dengan lirik lima bahasa yang ia nyanyikan sendiri. Pesan motivasi dan spiritual yang terkandung di dalamnya membuat penonton terdiam, lalu memberi tepuk tangan panjang.

- Advertisement -

Usai konser, standing applause menggema memenuhi ruangan. Malam itu, Iskandar Widjaja bukan hanya memperlihatkan teknik tinggi sebagai pemain biola kelas dunia, melainkan juga sisi personal seorang musisi yang mencintai tanah air dan selalu membawanya ke panggung dunia. ich

Read more

NEWS