IKEA Soroti Kebiasaan Salah Menata Rumah, Ruang Penuh Ternyata Bukan Soal Banyak Barang

Share

Jakarta, Channelsatu.com – IKEA Indonesia mengungkap bahwa rumah yang terasa penuh dan berantakan tidak selalu disebabkan oleh terlalu banyak barang, melainkan karena pemilihan solusi penyimpanan yang kurang tepat sejak awal.

Melalui pengamatan dalam program Home Visit IKEA, perusahaan furnitur asal Swedia tersebut melihat banyak rumah sebenarnya memiliki ruang cukup luas, namun tetap terasa sesak akibat sistem penyimpanan yang tidak konsisten.

“Ada banyak rumah yang tidak kecil, memiliki cukup ruang, tapi terasa penuh karena cara menyimpannya tidak konsisten atau tidak punya sistem yang baik. Banyak orang cenderung menambah solusi setiap kali merasa terdesak, bukan berhenti sejenak untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan,” ujar Ruth Pricilla Panjaitan.

- Advertisement -

Menurut Ruth, kebiasaan menambah tempat penyimpanan tanpa memahami kebutuhan justru membuat barang tidak pernah benar-benar memiliki tempat tetap dan hanya berpindah-pindah dari satu sudut ke sudut lain.

Melihat pola tersebut, IKEA mendorong masyarakat untuk mulai menata rumah berdasarkan fungsi dan kebutuhan nyata, bukan sekadar mencari solusi tercepat saat rumah mulai terasa berantakan.

IKEA menyarankan pengguna untuk mulai memilah barang berdasarkan frekuensi penggunaan sebelum membeli penyimpanan tambahan. Produk seperti seri STUK, SKUBB hingga NOJIG disebut dapat membantu menjaga barang tetap teratur dan mudah diakses.

Selain itu, IKEA juga menyarankan masyarakat memisahkan barang yang ingin ditampilkan dan yang cukup disimpan agar ruangan tidak terasa terlalu penuh secara visual.

- Advertisement -

Rak terbuka seperti KALLAX dan BILLY dapat digunakan untuk barang yang sering dipakai atau ingin dipamerkan, sementara kotak penyimpanan seperti DRÖNA dan KUGGIS membantu menjaga area tetap rapi.

“Secara visual, ruang bisa saja terlihat rapi, tapi tetap penuh dan sesak. Biasanya karena terlalu banyak yang terlihat di saat yang sama atau tidak ada pembagian yang jelas,” jelas Alfinda Kristra Rahardyana.

IKEA juga memperkenalkan metode zoning untuk membantu pengguna menciptakan area khusus sesuai aktivitas sehari-hari, seperti area “siap berangkat” dekat pintu rumah atau sudut relaksasi di kamar tidur.

Melalui kampanye “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi”, IKEA ingin mengajak masyarakat lebih bijak dalam memilih perabot dan membangun sistem penyimpanan yang sesuai kebutuhan agar rumah terasa lebih lega, nyaman dan mudah digunakan setiap hari. ich

Read more

NEWS