Prilly Latuconsina Soroti Budaya Viral Lewat Film “Holy Crowd” di Cannes

Share

Perancis, Channelsatu.com – Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan setelah film Holy Crowd yang dibintanginya terpilih dalam program bergengsi Next Step Studio di La Semaine de la Critique, bagian dari Cannes Film Festival.

Film karya M. Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam itu menghadirkan kisah unik tentang Ratna, perempuan yang bangkit kembali saat prosesi pemakamannya berlangsung dan dipercaya memiliki kemampuan menyembuhkan orang-orang di sekitarnya.

Namun di balik cerita horor tersebut, “Holy Crowd” justru menyimpan kritik sosial tajam mengenai budaya atensi dan fenomena viral di tengah masyarakat modern.

- Advertisement -

Prilly mengatakan film ini memperlihatkan bagaimana seseorang dapat dengan mudah dijadikan simbol oleh publik tanpa benar-benar dipahami sebagai manusia seutuhnya.

“Kadang masyarakat sebenarnya bukan peduli pada manusianya, tapi pada atensinya. Seseorang bisa dipuja, dibicarakan, lalu dilupakan dengan sangat cepat,” kata Prilly.

Ia menilai tema tersebut sangat dekat dengan kondisi sosial saat ini, terutama di era media sosial ketika perhatian publik dapat berubah hanya dalam hitungan waktu singkat.

“Menurut aku, itu yang membuat cerita ini terasa sangat dekat dengan kondisi sosial kita hari ini,” lanjutnya.

- Advertisement -

Bagi Prilly, keterlibatannya dalam “Holy Crowd” menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai aktris yang kini lebih tertarik pada cerita dengan lapisan emosi dan isu sosial yang kompleks.

Film ini juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan elemen budaya Indonesia seperti pocong kepada audiens internasional dengan pendekatan berbeda dari film horor konvensional.

Lewat “Holy Crowd”, Prilly tidak hanya membawa nama Indonesia ke panggung Cannes, tetapi juga memperlihatkan bahwa horor lokal dapat menjadi medium refleksi sosial yang kuat dan relevan secara global. ich

Read more

NEWS