Jakarta, Channelsatu.com – Connie Rahakundini Bakrie yang merupakan ahli hubungan internasional dan pertahanan, memberikan pandangannya tentang pemecatan Joko Widodo (Jokowi) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan penetapan tersangka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap Harun Masiku. Menurut Connie Bakrie sulit untuk keduanya tidak saling terkait.
“Se urgent apa harus diumumkan (tersangka Hasto) di malam Natal, di malam yang begitu sakral bagi seorang Katolik seperti Mas Hasto dan istrinya yang saya kenal baik. Untuk diumumkan seperti itu,” kata Connie seperti dikutip Channelsatu di akun YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Selasa (31/12/2024).
“Menurut saya itu jelas, tanggal berapa ada pengumuman PDIP tentang pemecatan Jokowi, tanggal 16, 17, 18, kita bisa urut. Nah susah untuk dibilang ini tidak ada hubungannya dari sebuah tindakan, kalau kita bilang seperti tindakan pembalasan,” tambahnya.
Baca juga: Jokowi Dipecat PDIP Dinilai Karma Politik
Connie Bakrie mengkritisi kinerja KPK terkait prioritas penanganan kasus korupsi. Menurutnya, perlu ada standar jelas dalam pengungkapan sebuah kasus korupsi atau suap.
“Karena kalau saya begini, (kasus) suapnya itu berapa? Siapa yang dirugikan? Apakah negara? Itu aja pertanyaan saya. Lalu data-data suap itu dari mana?” jelasnya.
“Jadi saya cuma ingin, kalau KPK ingin bikin dentuman, tentang akan berbuat yang terbaik buat bangsa ini. Kenapa tidak bikin dentuman pemilihan Indonesia,” tutupnya.
Baca juga: Ancaman Megawati Soal Kongres PDIP 2025 Bakal Diobok-obok: Coba Kamu Awut-awut Partai Saya!
Sebelumnya, terbitkan Surat Keputusan (SK), PDIP resmi memecat mantan Presiden Jokowi dari keanggotaan partai. Selain Jokowi, PDIP juga pecat Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, serta 27 anggota lainnya.
SK ini beredar luas di media sosial (medsos), seperti di akun X PDI Perjuangan @PDI_Perjuangan, Senin (16/12/2024). SK tersebut ditandatangani langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
“PDI Perjuangan resmi mengumumkan pemecatan Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution, serta 27 anggota lainnya,” kata Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komaruddin Watubun, dengan membacakan tiga Surat Keputusan Pemecatan terhadap Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution, serta 27 anggota lainnya yang kena pemecatan.
Kemudian pada Selasa 24 Desember 2024, KPK mengumumkan penetapan tersangka Sekretaris Jenderal atau Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dan orang kepercayaannya, Donny Tri Istiqomah dalam kasus suap yang menjerat eks Calon Legislatif PDI-P 2019, Harun Masiku.
KPK mengungkapkan, ada bukti peran Hasto dan Donny pada kasus yang melibatkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2017-2022, Wahyu Setiawan dan mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio F.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan, Hasto berupaya agar Masiku lolos menjadi Anggota DPR RI 2019-2024 melalui penempatan daerah pilihan di Sumatera Selatan I hingga melobi Anggota DPR RI 2019-2024 terpilih Riezky Aprilia yang berasal dari dapil sama untuk mengundurkan diri dan digantikan Masiku. (Fjr)
