Kota Tangerang, Channelsatu.com – Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan di berbagai wilayah Kota Tangerang disambut dengan antusiasme tinggi, menunjukkan peran vital program ini dalam menopang kebutuhan rumah tangga di tengah tantangan ekonomi. Salah satu titik penyaluran, yakni di Kantor Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, telah dipadati oleh penerima manfaat sejak pagi hari, Kamis (20/11/25). Bansos ini disalurkan menjelang periode akhir tahun, di mana potensi kenaikan harga pangan pokok seperti beras dan minyak goreng kerap terjadi, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Seksi Kemasyarakatan Kelurahan Sudimara Barat, Nunuy Handayani, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. Bansos periode Oktober-November ini ditujukan secara tepat sasaran kepada 69.902 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Tangerang, termasuk 426 keluarga yang terdata di Kelurahan Sudimara Barat. Penerima bantuan dipastikan berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami menyalurkan bansos dari pemerintah pusat, Bapanas, periode Oktober-November. Adapun penerimanya sendiri dari kalangan keluarga kurang mampu… jadi dipastikan bansos pangan ini disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Nunuy, menekankan pentingnya akurasi data penerima. Setiap KPM mendapatkan paket yang terbilang besar dan sangat memadai, yakni beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter dengan kualitas yang terjamin.
Dampak positif bantuan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti Yeni, warga Kelurahan Sudimara Barat. Ia mengaku bansos pangan yang dibagikan telah berkontribusi besar dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari penerima manfaat. Apalagi jumlah bansosnya juga terbilang banyak, 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dengan kualitas yang bagus. Di tengah kondisi ekonomi sekarang, bansos pangan ini sangat membantu saya beserta keluarga di rumah,” tutur Yeni.
Hal senada juga disampaikan oleh penerima manfaat lain, Dede, yang turut merasakan dampak meringankan beban kebutuhan rumah tangga. Ia berharap agar program bantuan ini dapat terus berlanjut. Ketersediaan bansos yang memadai ini dinilai sangat strategis mengingat potensi lonjakan harga kebutuhan pokok, terutama saat memasuki periode Nataru yang biasanya memicu inflasi di sektor pangan. Program ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang vital bagi masyarakat menengah ke bawah di Kota Tangerang. ich
