Aksi Sadis di Neglasari, IRT Dicekik Saat Ambil Wudhu dan Emas 65 Gram Raib

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Polisi mengungkap bagaimana pelaku perampokan terhadap seorang ibu rumah tangga di Neglasari, Kota Tangerang, melarikan diri setelah menjalankan aksinya. Pelaku diketahui kabur melalui permukiman warga sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menjelaskan pelaku melarikan diri melalui jalan lingkungan menuju arah makam Kristen yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur melalui jalur permukiman warga dan kemudian menggunakan angkutan umum menuju wilayah Serpong,” kata Jauhari.

- Advertisement -

Dari Serpong, pelaku kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju rumah istri sirinya di kawasan Cilenggang, Tangerang Selatan. Di tempat tersebut pelaku sempat bersembunyi sebelum akhirnya berpindah ke kontrakan di wilayah Cisauk.

Polisi yang menerima laporan dari keluarga korban langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi perampokan tersebut.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga melibatkan Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya untuk membantu melacak jejak pelaku dari sumber bau barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Anjing pelacak sempat menelusuri jalur yang diduga dilalui pelaku hingga ke lingkungan warga. Dari situ kami berhasil mengidentifikasi pelaku,” ujar Jauhari.

- Advertisement -

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menjual seluruh perhiasan emas hasil curian di sebuah toko emas di kawasan Pasar Serpong dengan nilai sekitar Rp36 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk menyewa kontrakan serta membeli sejumlah barang termasuk telepon genggam dan sepeda motor.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan setelah sahur.

“Pastikan pintu dan jendela rumah terkunci saat beristirahat. Jika ada potensi gangguan keamanan, masyarakat bisa langsung menghubungi layanan darurat 110,” kata Jauhari. ich

 

Read more

NEWS