Perbedaan Gaya Horor Korea dan Indonesia Terungkap

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Perbedaan pendekatan logika dalam penyelesaian konflik menjadi salah satu faktor utama yang membuat film horor Korea Selatan digemari penonton Indonesia. Dalam diskusi “Pengaruh Film Horor Korea di Indonesia”, para praktisi mengupas kontras tajam antara pendekatan medis dan mistis dalam alur cerita.

Secara kultural, Indonesia dan Korea memiliki kemiripan mitos supranatural, seperti arwah gentayangan atau entitas yang belum menyelesaikan urusan di dunia. Namun, dalam praktik penceritaan, film Korea cenderung mengedepankan logika faktual.

Produser Herty Purba menjelaskan bahwa dalam banyak film Korea, meskipun karakter mengalami gangguan supranatural, mereka tetap dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis secara realistis. “Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih masuk akal dan dekat dengan keseharian,” katanya.

- Advertisement -

Sebaliknya, film horor Indonesia dinilai masih dominan menyelesaikan konflik melalui jalur mistik murni, seperti ritual atau bantuan paranormal. Pola ini dianggap mulai menimbulkan kejenuhan di kalangan penonton muda yang menginginkan variasi narasi.

Nanang Istiabudi menilai pentingnya eksplorasi genre yang lebih luas, termasuk kehadiran monster atau zombie yang dikemas secara psikologis. “Urban legend kita sangat kaya. Tinggal bagaimana dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan,” ujarnya.

Perbedaan “medis vs mistis” ini menjadi refleksi penting bagi industri film Indonesia dalam membaca selera pasar. Penonton kini menuntut rasionalitas tanpa menghilangkan unsur budaya lokal.

Tren film horor Korea, perbedaan logika film horor, medis vs mistis dalam film, urban legend Indonesia, inovasi genre horor lokal, menjadi sorotan utama dalam diskusi yang membuka ruang evaluasi tersebut. ich

Read more

NEWS