Jakarta, Channelsatu.com – Dalam suasana yang masih diselimuti duka atas wafatnya Fajar Irawan, salah satu pendiri sekaligus Bendahara Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia selama dua periode, Musyawarah Besar (MUBES) II FORWAN dipastikan tetap akan digelar. Keputusan ini menjadi simbol bahwa semangat organisasi tak boleh padam, bahkan ketika kehilangan sosok penting yang selama ini menjadi tulang punggung keberlangsungan komunitas wartawan hiburan Indonesia.
Ketua Panitia MUBES II, Ludi Hasibuan, menegaskan bahwa duka tak boleh menghalangi langkah. Kekosongan kepengurusan harus segera diisi demi menjaga keberlangsungan roda organisasi. Menurutnya, justru dalam suasana kehilangan inilah energi baru bisa dibangun. “MUBES II dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juli 2025, bertempat di Pendopo LIRA, Cibubur, Mekarsari, Cimanggis, Depok—sebuah lokasi yang dipilih karena kesederhanaan dan kenyamanannya dalam suasana berkabung”, kata Ludi.
Awalnya, MUBES II direncanakan digelar bersamaan dengan Jambore ke-2 FORWAN. Namun perubahan suasana setelah berpulangnya Fajar membuat panitia memilih pendekatan yang lebih sederhana. Hal ini bukan sekadar bentuk empati, tetapi juga bagian dari penghormatan terhadap jasa almarhum yang dikenal sangat mencintai dinamika organisasi.
Meski dilangsungkan tanpa kemeriahan berlebih, MUBES II tetap membawa semangat besar dalam tubuh FORWAN. Salah satu rangkaian acaranya adalah diskusi musik bersama Ascada Musik, yang menjadi wujud konsistensi FORWAN dalam mendorong edukasi di ranah hiburan. Forum ini menjadi wadah lintas perspektif, mempertemukan wartawan hiburan dengan pelaku industri musik dalam ruang dialog yang sehat dan membangun.
Ludi menyebut bahwa agenda edukatif telah menjadi DNA FORWAN sejak awal berdiri. Diskusi musik ini tak sekadar menjadi pelengkap, tetapi menjadi ruang bagi anggota untuk memperluas wawasan sekaligus menguatkan sinergi dengan ekosistem seni dan hiburan Indonesia. “Kami berharap diskusi ini juga dapat melahirkan pemikiran segar untuk menjawab tantangan dunia hiburan masa kini”, tambah Ludi.
Pemilihan Ketua Umum FORWAN yang baru akan menjadi momen penting dalam MUBES II. Ludi berharap, figur terpilih nanti mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih profesional dan solid. Menurutnya, FORWAN harus tetap menjadi rumah bagi para wartawan hiburan yang menjunjung etika, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi industri kreatif nasional.
Seiring dengan bergulirnya MUBES, banyak harapan yang menyertai langkah FORWAN ke depan. Di tengah tantangan industri media dan hiburan yang makin kompleks, FORWAN diharapkan terus berperan sebagai penjaga integritas, penghubung lintas sektor, dan ruang penguatan kapasitas anggotanya. Duka memang masih terasa, tapi FORWAN memilih untuk bergerak maju.
FORWAN Indonesia dikenal sebagai organisasi yang tak hanya mewadahi para jurnalis hiburan, tetapi juga turut aktif dalam kegiatan sosial, pelatihan, dan pemberdayaan. Dengan semangat kolektif dan dedikasi tinggi, MUBES II menjadi pertaruhan besar untuk menata masa depan organisasi agar tetap relevan dan berdampak. ich
