Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pemkot Tangerang kembali memperlihatkan komitmennya dalam menghadirkan kebutuhan pokok murah bagi masyarakat melalui program Gampang Sembako Murah yang digelar di Halaman Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Cikokol. Program yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) ini menjadi bukti kuat upaya pemerintah kota menjaga daya beli warga sekaligus mengendalikan inflasi di penghujung tahun.
Antusiasme warga tampak sejak pagi ketika pasar murah dibuka, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok terjangkau. Program ini juga menjadi implementasi nyata dari visi “3G” yang selama ini digaungkan Pemkot Tangerang: Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako. Dengan hadir langsung di lingkungan permukiman, pemerintah memastikan akses pangan tidak lagi menjadi kendala bagi warga.
Kabid Ketersediaan Distribusi dan Kerawanan Pangan DKP Kota Tangerang, Endang Zahri Ahmad, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian pasar murah yang digelar empat kali dalam setahun. Momentum akhir tahun membuat program ini semakin relevan karena kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. Upaya ini sekaligus menjadi strategi pengendalian inflasi di tingkat daerah.
Program ini juga melibatkan sembilan vendor, termasuk Paskomas untuk penyediaan komoditas seperti cabai dan bawang. Selain itu, kerja sama strategis dengan BULOG menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas harga beras, salah satu kebutuhan utama rumah tangga. Upaya kolaboratif ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam memastikan harga bahan pokok tetap stabil.
Beras BULOG 5 kilogram dijual hanya Rp58.000, jauh lebih rendah dari harga pasaran. Harga telur pun dipangkas hingga Rp27.500 per kilogram, lebih murah dari kisaran harga umum di pasaran. Penawaran ini menjadi daya tarik utama bagi warga yang selama ini terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Ketua RW 07 Kelurahan Cikokol, Syafril Elain, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Tangerang karena kegiatan ini benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Ia menyebut hadirnya program ini membantu masyarakat yang membutuhkan akses harga murah di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Salah satu warga, Sulastri, mengaku terbantu karena selisih harga yang cukup besar dari pasaran membuat pengeluarannya lebih ringan. Ia membeli berbagai kebutuhan dapur seperti minyak goreng, gula, mi instan, hingga sabun cuci piring. Menurutnya, kegiatan seperti ini idealnya diadakan lebih sering, bahkan bila memungkinkan setiap bulan.
Dengan keberhasilan pelaksanaan di Cikokol, Pemkot Tangerang berharap program Gampang Sembako Murah dapat terus menjadi jembatan yang memastikan seluruh warga memiliki akses terhadap kebutuhan pokok penting dengan harga terjangkau. Stabilitas harga dan kemudahan akses pangan menjadi kunci utama menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. ich
