Wali Kota Bekasi Tegaskan Renang di Sekolah Bukan Kewajiban

Share

Kota Bekasi, Channelsatu.com – Kebijakan pendidikan di Kota Bekasi kembali mendapat sorotan setelah Wali Kota Tri Adhianto menegaskan bahwa pelajaran renang di sekolah tidak bersifat wajib. Tri menyampaikan hal ini di sela penyerahan kacamata gratis untuk siswa SMPN 30 Kota Bekasi yang digelar bersama Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN).

Tri menekankan bahwa olahraga, termasuk renang, sebaiknya tidak dipaksakan menjadi kewajiban yang membebani siswa dan orang tua. Ia menilai kegiatan jasmani di sekolah harus dilihat dari perspektif yang lebih luas, yakni sebagai sarana pembinaan karakter dan kesehatan, bukan semata-mata penentu nilai akademis.

Pernyataan tersebut merespons keresahan sejumlah orang tua yang menganggap biaya renang dan akses fasilitas menjadi hambatan. Tri menegaskan bahwa sekolah tetap bisa memilih cabang olahraga lain sesuai kemampuan dan kondisi siswa.

- Advertisement -

“Renang bukan kewajiban, tidak dijadikan syarat nilai. Itu hanya pilihan dari sekolah. Kita ingin kegiatan olahraga memberikan manfaat, bukan menambah beban,” kata Tri saat ditemui wartawan.

Ia menambahkan, Pemkot Bekasi berkomitmen mencetak generasi unggul tidak hanya dari bidang olahraga, tetapi juga seni dan budaya. Pemerintah kota juga terus mengupayakan pembangunan sarana olahraga yang lebih terjangkau dan inklusif agar anak-anak dapat mengembangkan potensi tanpa hambatan biaya.

Selain sarana, Tri mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam tumbuh kembang anak. Ia menyoroti faktor gizi, kesehatan mata, hingga kesiapan mental sebagai aspek yang harus berjalan seimbang dengan pembelajaran akademik di sekolah.

Menurutnya, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu menyiapkan anak secara utuh, baik dari sisi intelektual maupun karakter. Pemkot Bekasi berusaha menghadirkan kebijakan yang realistis agar setiap keluarga merasa didukung, bukan terbebani.

- Advertisement -

Pernyataan Tri ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan sistem pendidikan yang lebih manusiawi dan inklusif, menempatkan kebutuhan siswa serta kondisi keluarga sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan. ich

Read more

NEWS