Kota Cimahi, Channelsatu.com – Dikenal sebagai tokoh spiritual sekaligus konsultan supranatural, Ki Braja Bada Tubi terus memperluas layanan praktik pengobatan alternatif yang menggabungkan pendekatan medis dan non-medis. Sejak 2014, ia aktif membantu masyarakat dalam berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan asmara dan kehidupan pribadi.
Ki Braja Bada Tubi merupakan praktisi spiritual yang telah lama berkecimpung di dunia supranatural. Melalui praktik yang dijalankannya secara rutin, ia membuka layanan konsultasi spiritual sekaligus pengobatan alternatif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam praktiknya, Ki Braja menggabungkan pendekatan medis dan non-medis dengan penekanan pada aspek spiritual serta keseimbangan batin. Ia juga dikenal sebagai pakar dalam bidang hubungan asmara hingga mendapat julukan “Pangeran Pawang Cinta”.

Menurut Ki Braja, mayoritas klien yang datang berkonsultasi memiliki persoalan dalam hubungan pribadi. “Sekitar 90 persen pasien yang datang itu berkaitan dengan masalah asmara, rumah tangga, hingga perceraian. Sisanya terkait karier, jabatan, hingga usaha,” ujarnya.
Layanan yang ditawarkan dalam praktiknya cukup beragam dan telah dikenal luas di kalangan klien. Di antaranya Pelet Asmara Geni, Pelet Pancer Sukmo, Siraman Gendam Asmaragama, Siraman Siker Tali Asmara, hingga penggunaan Susuk Mustika Delima dan Susuk Sendang Braja.
Meski demikian, Ki Braja menekankan pentingnya konsultasi awal sebelum klien menggunakan layanan tersebut. Ia menyebut setiap individu harus melalui tahap konsultasi guna memahami akar permasalahan secara menyeluruh.

“Semua harus melalui konsultasi dulu, baik datang langsung maupun melalui telepon. Itu penting agar penanganannya tepat,” jelasnya.
Praktik pelayanan Ki Braja dibuka setiap hari, kecuali Jumat, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Lokasinya berada di kawasan Cimahi, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Ibu Ganirah, Gang Haji Toyib, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya. “Selain nomor dan alamat resmi, itu dipastikan bukan bagian dari kami,” tegasnya.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi spiritual, Ki Braja berharap praktiknya dapat menjadi alternatif solusi bagi mereka yang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. ich
