Siaga Ramadan, Pemkot Tangsel Siap Gelar Operasi Pasar

Share

Tangsel, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah tetap terkendali menjelang Ramadan 2026 dengan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Meski sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026, tren harga kini mulai bergerak naik memasuki Februari, sehingga intervensi pasar disiapkan lebih awal guna mengantisipasi lonjakan permintaan jelang bulan suci.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian, menjelaskan bahwa berdasarkan data pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH), kondisi harga bahan pokok di Tangsel sempat mengalami deflasi bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen selama empat pekan di Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan pasokan komoditas relatif melimpah di awal tahun.

Menurut Ucok, sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang deflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras. Penurunan harga ini dipicu oleh meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen serta peningkatan produksi dari peternak ayam ras.

- Advertisement -

Namun memasuki pekan pertama Februari 2026, tren inflasi Tangsel mulai berbalik arah. Inflasi tercatat sebesar 1,27 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga cabai rawit yang kembali mengalami tekanan akibat distribusi dan permintaan pasar yang meningkat.

Mengantisipasi dinamika harga bahan pokok menjelang Ramadan 2026, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah konkret seperti bazar murah, operasi pasar, serta koordinasi intensif dengan distributor dan pelaku usaha pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

Ucok menegaskan bahwa pengendalian inflasi daerah menjadi prioritas, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional dan pusat distribusi guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok. Strategi ini diharapkan mampu menekan potensi gejolak harga, khususnya komoditas pangan strategis seperti cabai, bawang, dan daging ayam.

- Advertisement -

Dengan kondisi inflasi Tangsel yang masih dalam batas terkendali serta berbagai intervensi yang telah disiapkan, Pemkot optimistis stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 2026 dapat terjaga. Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar. ich

Read more

NEWS