Kabupaten Kediri, Channelsatu.com – Komitmen dunia industri dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kembali ditunjukkan Bogasari melalui program pelatihan intensif bagi guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri. Selama dua hari, 3-4 Juni 2026, enam guru kuliner mendapatkan pembekalan langsung di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya dengan fokus pada pembuatan makanan sehat yang relevan dengan kebutuhan industri dan tren konsumen saat ini.
Pelatihan tersebut merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya pada Januari 2026 Bogasari melatih enam guru lainnya melalui tema makanan kekinian. Dengan demikian, total 12 guru kuliner SMKN 3 Kediri telah mendapatkan transfer pengetahuan langsung dari praktisi industri bakery dan pastry nasional.
Dalam pelatihan terbaru ini, para guru mempelajari enam resep unggulan, yakni Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, dan Cassava Cake. Menariknya, sejumlah produk sengaja memadukan tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti singkong dan labu kuning sebagai bentuk penguatan kearifan lokal.

Manajer Human Resource Divisi Bogasari Pabrik Surabaya, Bagus Tri Ardiyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang antara Bogasari dan SMKN 3 Kediri dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan kuliner.
“Jadi total sudah 12 guru jurusan kuliner dari SMKN 3 Kediri yang dilatih di Bogasari Baking Center. Pelatihan gelombang ketiga akan kita lakukan di tahun ini juga setelah masuk semester baru nanti. Tema pelatihan tetap disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dalam rangka pengajaran dan potensi pengembangan produk Teaching Factory (TEFA) SMKN 3 Kediri,” ujar Bagus.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan guru. Berbagai program pendukung juga akan dijalankan selama masa nota kesepahaman berlangsung, mulai dari validasi kurikulum berbasis Project Based Learning, magang guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga menghadirkan guru tamu dari industri bakery modern.

Langkah tersebut dinilai penting karena dunia pendidikan vokasi membutuhkan pembaruan kompetensi yang berkelanjutan agar lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri pangan dan bakery yang terus berkembang.
Chef Senior Bogasari Baking Center, Hadi Haudi, yang menjadi instruktur utama pelatihan, mengatakan bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal dalam produk berbasis terigu memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat.
“Yang pasti kelebihan tepung terigu adalah mudah dan potensial untuk diolah dengan panganan lokal nusantara. Terigu sangat bagus untuk mengangkat derajat ekonomi produk pertanian lokal kita. Dan tidak sedikit UKM mitra Bogasari yang berhasil menjadikannya sebagai pilihan usaha, bahkan oleh-oleh khas daerah,” tegas Chef Hadi.

Melalui program berkelanjutan ini, Bogasari berharap lahir lebih banyak inovasi produk kuliner berbasis terigu dan pangan lokal yang mampu menjadi bekal kompetensi siswa sekaligus peluang usaha di masa depan. ich
