Kota Tangerang, Channelsatu.com – Semangat kolaborasi untuk menjaga bumi kembali bergema di Kota Tangerang. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Wali Kota H. Sachrudin memimpin aksi penanaman pohon dan penebaran benih ikan di kawasan Situ Cangkring, Periuk Jaya, pada Minggu (5/10/2025).
Kegiatan ini melibatkan komunitas motor klasik Stakota dan TNI, menjadi simbol sinergi antara pemerintah, komunitas, dan aparat dalam menjaga ekosistem alam kota. “Kami ingin menunjukkan bahwa cinta tanah air juga berarti menjaga lingkungan,” kata Sachrudin di sela kegiatan.
Ia menegaskan, menjaga Situ Cangkring bukan hanya soal estetika, melainkan juga soal keberlanjutan sumber daya air. Situ ini berfungsi sebagai tandon air alami yang berperan besar dalam mencegah banjir dan kekeringan di wilayah Periuk dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga menyoroti pentingnya pengawasan masyarakat terhadap potensi pencemaran. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang merusak lingkungan, baik secara sengaja maupun lalai.
“Kalau sampai ada pencemaran air, udara, apalagi limbah industri yang mencemari situ, sanksinya harus tegas. Ini soal keberlangsungan hidup masyarakat kita,” tegasnya.
Teguran itu bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Pemkot Tangerang menindak lima perusahaan yang terindikasi mencemari Situ Cangkring hingga menyebabkan kematian ribuan ikan. Dua di antaranya sudah dijatuhi sanksi administratif, sedangkan lainnya masih dalam pemeriksaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menuturkan bahwa tindakan tegas merupakan langkah nyata pemerintah dalam menegakkan aturan lingkungan. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Semua pihak harus belajar dari kasus ini,” ujarnya.
Aksi penanaman pohon dan tebar ikan ini diharapkan menjadi titik balik kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap alam. Dari Situ Cangkring, semangat menjaga bumi di Kota Tangerang terus mengalir bersama denyut kehidupan warganya. ich
