Koranindopos.com, Jakarta – Indonesia International Institute for Life Sciences membuka babak baru dalam perjalanannya di dunia pendidikan tinggi. Tepat di perayaan Dies Natalis ke-12 yang berlangsung di Jakarta, Senin (25/5), institusi tersebut resmi berubah nama menjadi i3L University.
Peresmian dilakukan melalui Grand Launching Ceremony yang menjadi simbol perubahan status i3L menjadi universitas. Langkah ini sekaligus menandai perluasan fokus kampus dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi yang lebih luas.
Sejumlah tokoh dari pemerintah, akademisi, hingga industri hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., serta perwakilan dari PT Kalbe Farma Tbk. dan ParagonCorp.
Dalam sambutannya, Rektor i3L University Katherine, S.T., Ph.D. mengatakan perubahan status ini menjadi langkah besar bagi kampus dalam memperluas kontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
“Transformasi menjadi i3L University adalah sebuah amanah besar. Perubahan status ini memperluas visi kami untuk tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan di panggung global. Kami ingin i3L University dikenal sebagai pusat unggulan yang inovatif, adaptif, dan selalu relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Katherine menjelaskan, dunia pendidikan tinggi saat ini dituntut lebih dekat dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Karena itu, i3L University ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak agar hasil riset tidak berhenti di ruang akademik saja.
Menurutnya, kerja sama antara kampus dan industri dapat mempercepat lahirnya inovasi yang bisa diterapkan secara nyata. Di sisi lain, keterlibatan pemerintah dan komunitas juga diperlukan agar pengembangan ilmu pengetahuan mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain seremoni peluncuran, acara Dies Natalis juga diisi dengan diskusi mengenai arah riset dan inovasi di Indonesia. Dalam pidatonya yang bertajuk “Riset Berdampak: Kebijakan Penelitian & Inovasi”, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. menegaskan bahwa universitas harus terus berinovasi agar mampu mengikuti perubahan zaman.
Ia menjelaskan pentingnya ekosistem hilirisasi riset yang mencakup enam aspek utama, yaitu Science, Technology, Innovation, Regulation, Market, dan Culture.
Menurutnya, keenam unsur tersebut harus berjalan bersama agar hasil penelitian dapat berkembang menjadi produk yang berdampak.
Prof. Ketut juga menilai i3L University memiliki posisi yang kuat di bidang science sebagai fondasi penting dalam pengembangan inovasi.
Perayaan Dies Natalis ke-12 i3L University turut diisi dengan sesi networking yang mempertemukan kalangan akademisi, pemerintah, dan industri. Lewat transformasi ini, i3L University berharap dapat memperkuat perannya sebagai kampus yang fokus pada pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
