Prison Of Blues, Band yang Banggakan Indonesia di Eropa

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Dengan gaya liar dan konsep unik, Prison Of Blues bukan hanya tampil memukau di Eropa, tapi juga membawa misi kebudayaan Indonesia ke panggung-panggung internasional. Dalam tur 50 gigs mereka sepanjang Oktober 2025, band asal Temanggung ini secara konsisten menyelipkan elemen budaya Nusantara di setiap penampilannya.

“Selain promosi album ke-4, kami juga membawa atribut kain Indonesia dan memperkenalkan sosok hantu-hantu lokal seperti Pocong, Kuntilanak, dan Santet. Itu jadi daya tarik sendiri buat penonton Eropa,” kata Bowo, vokalis sekaligus pendiri band.

Dalam festival Psychobilly Earthquake 2025 di Jerman, POB tampil enerjik dengan dekorasi panggung khas mistik Jawa. Banyak penonton dibuat penasaran dengan konsep yang menggabungkan musik punk-psychobilly dan folklore horor Indonesia.

- Advertisement -

“Bagi orang Eropa, tema seperti itu eksotis dan segar. Mereka jarang melihat band punk dengan karakter budaya kuat seperti kami,” tambah Bayu Randu, gitaris sekaligus produser.

Tur ini menjadi bagian dari kiprah panjang POB di kancah musik dunia. Sejak 2007, mereka telah merilis 11 album kompilasi di Eropa dan Amerika, serta 4 album solo, menjadikan mereka salah satu band Indonesia paling produktif di genre minoritas ini.

Selain tampil, mereka juga mempelajari sistem industri musik di luar negeri. “Di Eropa, semua sistem royalti diatur rapi oleh lembaga seperti GEMA. Kami tinggal isi form sebelum tampil, dan semua data lagu tercatat,” jelas Dhana dan Topan, personel baru POB.

Kolaborasi dengan Dellu Uyee juga menjadi warna baru dalam formasi kali ini. Suara khas Dellu membuat penampilan POB semakin intens dan teatrikal. “Saya kaget banget, ternyata fanbase mereka besar dan militan,” ujarnya.

- Advertisement -

Dengan semangat “Punk with Identity”, Prison Of Blues menegaskan bahwa musik Indonesia bisa tampil gahar tanpa kehilangan akar budayanya. ich

Read more

NEWS