Jakarta, Channelsatu.com – Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Koordinasi dilakukan bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta pengelola kawasan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Keselamatan masyarakat, wisatawan, petugas, dan seluruh pelaku pariwisata menjadi perhatian utama di tengah kondisi tersebut. Kementerian Pariwisata pun mendukung keputusan penutupan sementara akses wisata Gunung Bromo hingga kawasan dinyatakan aman oleh otoritas berwenang.
Kementerian Pariwisata mengimbau wisatawan tidak memaksakan perjalanan menuju kawasan yang saat ini ditutup. Wisatawan juga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan pemerintah daerah.
“Kami mendukung penuh keputusan penutupan sementara akses wisata Gunung Bromo sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas yang berwenang,” ujar Kementerian Pariwisata.
Pelaku industri pariwisata juga diminta memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan serta membantu melakukan penyesuaian perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, terdapat 3.062 pengunjung yang telah membeli tiket secara daring untuk periode 9 hingga 15 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.671 merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 391 lainnya wisatawan mancanegara.
Bagi wisatawan yang memiliki jadwal kunjungan mulai 9 hingga 11 Agustus 2026 atau sampai kawasan kembali dibuka, tersedia pilihan reschedule dan refund tiket.
Pengajuan reschedule tidak dikenakan biaya perubahan jadwal dan dapat dilakukan hingga 31 Desember 2026. Sementara itu, wisatawan yang memilih refund akan mendapatkan pengembalian dana secara penuh melalui transfer langsung ke rekening atau dompet digital.
Wisatawan yang ingin mengajukan reschedule maupun refund dapat mengisi formulir yang disediakan pengelola. Bukti tiket atau pembayaran juga perlu diunggah sebagai bagian dari proses pengajuan.
Batas waktu pengisian formulir ditetapkan hingga 31 Agustus 2026. Adapun proses pengembalian dana diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 14 hari kerja.
Informasi lebih lanjut mengenai kondisi kawasan dan layanan tiket dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau layanan pelanggan yang disediakan pengelola.
Sementara itu, untuk pemesanan akomodasi, Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Hingga saat ini belum terdapat mekanisme khusus terkait refund maupun reschedule hotel akibat penutupan kawasan Bromo.
Dengan demikian, proses perubahan maupun pengembalian pemesanan hotel masih mengikuti mekanisme normal yang berlaku di masing-masing akomodasi.
Kementerian Pariwisata juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut menjadi pengingat penting mengenai perlunya menjaga destinasi wisata alam sebagai sebuah ekosistem.
Aktivitas pariwisata di kawasan konservasi harus tetap mengutamakan keselamatan, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Setelah kebakaran berhasil dikendalikan dan kawasan dinyatakan aman, Kementerian Pariwisata akan melanjutkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pemulihan aktivitas pariwisata.
Pemulihan tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas wisata di kawasan Bromo.
Untuk saat ini, pemerintah memprioritaskan penanganan kebakaran dan memastikan kawasan benar-benar aman sebelum aktivitas wisata kembali dibuka. ich
