Jumat , 22 Oktober 2021
Home / Hot News / Presiden Jokowi,”Kebakaran Hutan Harus Turun”

Presiden Jokowi,”Kebakaran Hutan Harus Turun”

jokowikuKalimantan Barat, channelsatu.com: Presiden Joko Widodo menyatakan persoalan kebakaran hutan dan lahan sangat mudah diatasi jika semua pihak mempunyai niat yang kuat. Masalah kebakaran ini bukan sesuatu yang ruwet untuk diselesaikan, “Ini soal mau atau tidak mau”,  tegasnya saat memberikan arahan pada briefing pengendalian kebakaran hutan dan lahan di markas Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak di Rasau Jaya Km 26, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2014).

Turut mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Bupati Kubu Raya Rusman Ali, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, dan Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto.

Menurut Presiden, organisasi pemerintah yang terlibat dalam pengendalian kebakaran sesungguhnya sangat banyak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepolisian, hingga TNI. Meski demikian, Jokowi mengaku gemas karena kebakaran selalu berulang setiap tahun. “Ini mereka bekerja atau nggak? Padahal titik apinya jelas,” kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima channelsatu.com dari humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (20/1/2014).

Jokowi pun memperingatkan jajarannya untuk bekerja lebih keras. Dia menyatakan akan memberi sanksi bagi mereka yang lalai, namun sebaliknya dia juga berjanji untuk mengganjar penghargaan jika berhasil mengendalikan kebakaran.  “Tahun ini kebakaran harus turun. Kalau tidak, harus ada yang mempertanggungjawabkannya,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat berbincang dengan seorang anggota Manggala Agni Hajinham. Presiden mengapresiasi karena Manggala Agni langsung sigap melaksanakan tugasnya meski tengah tidur di malam hari. Jokowi juga menanyakan apa permasalahan riil yang dihadapi oleh Manggala Agni dilapangan saat menghadapi amukan api yang membakar  hutan dan lahan.

Sementara itu Menteri LHK menegaskan komitmennya untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Dia menyatakan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah rawan kebakaran, aparat penegak hukum, LSM, dunia usaha dan elemen  masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran. “Semua harus punya niat dan komitmen, jadi upaya pencegahan kebakaran benar-benar dilakukan serius, bukan basa-basi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Siti menjelaskan  17 regu dengan 255 personel Manggala Agni di Kalbar. Mereka dilengkapi dengan peralatan pemadam yang memadai untuk pengendalian kebakaran. Khusus untuk Daops Pontianak, terdapat 4 regu dengan jumlah personil 60 orang.  Wilayah kerja Manggala Agni Daops Pontianak meliputi Kabupaten dan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Landak.

Selain Manggala Agni, pengendaliam kebakaran juga didukung SPORC 50 orang, Polhut 20 orang, dan 11 orang PPNS. Ada juga 488 orang anggota Masyarakat Peduli Api.

Menteri LHK juga sempat menyampaikan harapan agar kesejahteraan para anggota Manggala Agni. Saat ini ada sekitar 2000 orang Manggala Agni yang keseluruhannya berstatus tenaga kontrak. (Ibra). Foto: ist.

About ibra

Check Also

Furi Hasan dan 7 Koleksi Bonekanya. Foto: Ibra

Ketika Furi Harun Memilih Mengadopsi Mahluk Astral

Jakarta, channelsatu.com: Kisah mengadopsi anak manusia atau binatang, tentulah sudah menjadi hal biasa. Tapi jika …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *