PopKot 2025 Resmi Dibuka, 1.581 Atlet Pelajar Ramaikan Kompetisi Perdana di Kota Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pekan Olahraga Pelajar (PopKot) 2025 resmi dimulai dan menjadi penanda babak baru pembinaan atlet muda di Kota Tangerang. Untuk pertama kalinya, ajang olahraga pelajar ini digelar secara terpusat pada 9–16 Desember 2025 dengan melibatkan 1.581 atlet dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK. Stadion Benteng yang menjadi lokasi pembukaan turut dipadati peserta dan perwakilan kecamatan yang antusias menyambut kompetisi perdana ini.

Pelaksanaan PopKot 2025 mencakup 23 cabang olahraga yang digelar di 23 venue berbeda di seluruh wilayah Kota Tangerang. Sebanyak 394 perangkat pertandingan—mulai dari juri, wasit hingga petugas lapangan—diturunkan untuk memastikan penyelenggaraan berjalan profesional dan tertib. Pemerintah Kota Tangerang menyebut bahwa skala pelaksanaan ini menjadi tonggak penting dalam pemetaan potensi atlet usia pelajar.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa PopKot bukan sekadar kompetisi, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi berprestasi. “Hari ini kita melaksanakan pembukaan PopKot yang diikuti 13 kecamatan dan didukung semua pihak. Mudah-mudahan PopKot berjalan lancar dan melahirkan atlet unggul yang membawa nama baik Kota Tangerang,” ujarnya di sela pembukaan.

- Advertisement -

Sachrudin juga menekankan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter selain persaingan meraih juara. Ia menyebut nilai-nilai moral harus berjalan beriringan dengan prestasi olahraga. “PopKot bukan sekadar mencari siapa juara, tetapi menumbuhkan semangat pantang menyerah, sportivitas dan disiplin bagi generasi penerus. Mudah-mudahan mereka menjadi atlet internasional yang membanggakan Kota Tangerang,” tambahnya.

Di balik penyelenggaraan besar ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang memastikan setiap peserta bertanding sesuai domisili sekolah masing-masing. Hal itu membuat formasi cabang olahraga berbeda di tiap kecamatan. “Ada 23 cabang olahraga, tetapi tidak semua kecamatan punya seluruh cabor karena peserta harus sesuai domisili sekolah. Setiap kecamatan berbeda kekuatannya, ada yang ikut 20 cabor, ada yang 14 cabor,” jelas Kepala Dispora, Kaonang.

Kaonang menambahkan bahwa pelaksanaan PopKot dilakukan secara sederhana namun tetap mengedepankan kualitas dan sportivitas. Anggaran pelaksanaan pun difokuskan pada kebutuhan utama agar kompetisi bisa berjalan layak dan terukur. “Kita pakai pola efisiensi. Anggaran utama hanya dialokasikan untuk medali serta kebutuhan juri dan wasit,” ujarnya.

Meski digelar perdana, PopKot 2025 mendapat dukungan penuh dari seluruh kecamatan dan sekolah di Kota Tangerang. Banyak pihak berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin matang dan terstruktur dalam mendukung regenerasi atlet lokal.

- Advertisement -

Dengan keterlibatan ribuan atlet muda dari berbagai tingkatan pendidikan, PopKot 2025 diharapkan menjadi lompatan besar yang memperkuat ekosistem olahraga pelajar. Ke depan, pemerintah optimistis ajang ini dapat melahirkan lebih banyak talenta yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional. ich

Read more

NEWS