PMI dan Warga Buru Selatan Tanam 25 Ribu Mangrove, Perkuat Ketahanan Iklim Wilayah Pesisir

Share

Kabupaten Buru Selatan, Channelsatu.com – Palang Merah Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, relawan, masyarakat, dan sejumlah mitra melaksanakan penanaman massal vegetasi pantai di Desa Waefusi, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Pengurangan Risiko Bencana Terpadu Berbasis Masyarakat Daerah Aliran Sungai yang akan diperluas ke empat desa target lainnya.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir melalui pendekatan solusi berbasis alam, pemanfaatan teknologi sederhana, dan penguatan mata pencaharian lokal. Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim berbasis komunitas sekaligus pelestarian lingkungan di kawasan pesisir Maluku.

Melalui pendampingan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan IPB, masyarakat di lima desa telah mendapatkan pelatihan pembibitan tanaman mitigasi hijau seperti mangrove dan cemara laut. Saat ini, sekitar 25 ribu bibit berhasil dikembangkan atau rata-rata 5 ribu bibit per desa dan siap ditanam secara bertahap.

- Advertisement -

Warga Desa Waefusi yang juga pegiat lingkungan, Samadin Solissa atau yang akrab disapa Om Bimbo, mengatakan gerakan penanaman mangrove telah menjadi kesadaran bersama masyarakat dalam menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang tinggi.

“Sejak dulu kami hidup berdampingan dengan laut. Dengan menanam mangrove, kami bukan hanya menjaga desa ini, tetapi juga masa depan anak-anak kami. Mangrove adalah benteng alami yang harus terus kita rawat,” ujar Om Bimbo.

PMI menegaskan bahwa organisasi kemanusiaan tersebut tidak hanya fokus pada penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif mendorong aksi mitigasi hijau dan adaptasi perubahan iklim. Sejak 2012, PMI mengembangkan pendekatan pengurangan risiko bencana berbasis alam dengan mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dalam program kemanusiaan.

Pada 2023, PMI meluncurkan Strategi Ketahanan Iklim sebagai bentuk komitmen menghadapi dampak perubahan iklim yang terus meningkat. Dalam pelaksanaannya, PMI bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung program nasional terkait adaptasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

- Advertisement -

Anggota Pengurus Pusat PMI CSP Wekadigunawan mengatakan gerakan menanam pohon menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan iklim masyarakat. “Menanam pohon bukan hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga investasi untuk perlindungan dan keselamatan generasi mendatang,” ujarnya.

PMI berharap praktik baik yang telah diterapkan di lima desa target Program ELECTRA dapat direplikasi secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Buru Selatan melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dan organisasi kemanusiaan.

Read more

NEWS