Kota Tangerang, Channelsatu.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang terus melakukan penanganan intensif terhadap banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang. Saat ini sebagian besar wilayah terdampak telah berangsur surut, sementara penanganan difokuskan di kawasan Kecamatan Periuk yang masih mengalami genangan air.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan banjir yang terjadi sejak akhir pekan lalu dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan badan air penerima seperti Kali Cirarab tidak mampu menampung debit air yang masuk.
“Alhamdulillah untuk wilayah timur sejak kemarin sudah surut. Semua pompa dan sistem operasional kita jalankan. Saat ini penanganan tinggal difokuskan di kawasan Periuk, yang lainnya sudah surut dan naik ke proses pemulihan,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, pada puncak banjir sebelumnya ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai sekitar empat meter hingga masuk ke lantai dua rumah warga. Namun saat ini kondisi genangan mulai berangsur turun hingga berada di bawah tanggul dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Dalam upaya percepatan pengeringan wilayah terdampak, DPUPR mengoperasikan puluhan pompa air di berbagai titik rawan banjir di Kecamatan Periuk.
Menurut Taufik, di kawasan Total Persada misalnya terdapat sekitar 20 pompa air yang terus bekerja menyedot genangan untuk mempercepat penurunan debit air.
Selain itu, sekitar delapan pompa dioperasikan di kawasan Garden City serta enam pompa lainnya di wilayah Situ Bulakan guna memaksimalkan proses pengeringan kawasan permukiman warga.
“Sebagian pompa sebelumnya sempat tidak bisa dioperasikan karena terendam banjir. Namun hari ini sudah dilakukan perbaikan dan sebagian besar sudah kembali beroperasi,” kata Taufik.
DPUPR memperkirakan genangan di beberapa kawasan akan surut secara bertahap. Kawasan Total Persada diprediksi dapat surut lebih cepat, disusul Garden City, sementara wilayah Periuk Damai biasanya menjadi kawasan terakhir yang surut karena memiliki posisi topografi paling rendah. san/*
