Pagi-Pagi Sudah Bikin Geger!, Festival Al-A’zhom Ditutup dengan Pawai Sarung Akbar

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Suasana pagi di Kota Tangerang terasa berbeda saat ribuan warga tumpah ruah sejak subuh di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom. Penutupan Festival Al-A’zhom ke-12 menjadi momentum luar biasa yang membaurkan nilai-nilai religius, budaya, dan solidaritas sosial dalam satu peristiwa yang membekas. Dari salat berjamaah hingga pawai sarungan, masyarakat menunjukkan jati diri kota yang harmonis dan berakhlakul karimah.

Tangerang Sarungan menjadi ikon penutupan yang paling menyedot perhatian publik. Ribuan warga dengan mengenakan sarung khas Tangerang berjalan beriringan dari Taman Elektrik ke Masjid Raya, menciptakan lautan kain sarung yang bergerak penuh semangat. Tradisi ini bukan sekadar pawai, tetapi wujud dari kekuatan kolektif dalam merawat warisan budaya lokal.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dalam pidatonya menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah kota yang damai dan saling mendukung. “Kebersamaan dalam sarung adalah simbol dari cinta terhadap nilai keislaman, budaya, dan toleransi yang telah lama mengakar di masyarakat”, kata H Sachrudin.

- Advertisement -

Selain menjadi perayaan, penutupan festival juga menjadi perwujudan empati melalui santunan kepada 1447 anak yatim. Angka itu sengaja disesuaikan dengan tahun Hijriah 1447, memperkuat kesakralan momen 10 Muharram. Bantuan yang terkumpul sebesar Rp754 juta berasal dari gotong royong para ASN Kota Tangerang, menjadikan ini sebagai aksi sosial terbesar sepanjang sejarah festival.

Maraknya partisipasi warga dari berbagai latar belakang menjadi bukti bahwa semangat Festival Al-A’zhom berhasil menyatukan masyarakat dalam bingkai kebhinekaan. Kegiatan ini menjadikan kota terasa lebih hidup, lebih menyatu, dan lebih peduli terhadap sesama.

Wakil Wali Kota Maryono Hasan menegaskan pentingnya menjadikan festival ini sebagai tradisi yang terus dijaga. “Kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan warga adalah contoh baik bagaimana membangun kota yang kuat melalui spiritualitas dan gotong royong”, ujar Maryono Hasan.

Kegiatan yang diawali dengan ibadah dan diakhiri dengan santunan menjadi gambaran utuh tentang kota yang tidak hanya berpesta secara simbolik, tetapi juga menyentuh sisi-sisi kemanusiaan. Tangerang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hati warganya.

- Advertisement -

Melalui Festival Al-A’zhom 2025, Kota Tangerang memperlihatkan bahwa harmoni antara iman, budaya, dan kepedulian sosial adalah kekuatan terbesar dalam membentuk peradaban kota yang maju dan berkarakter. ich

Read more

NEWS