Kabupaten Bogor, Channelsatu.com – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah besar dalam mengubah wajah kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa konsep pengembangan tidak hanya berfokus pada penataan pasar, tetapi juga menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, hingga transportasi dalam satu kawasan modern.
Rencana tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan wilayah. Menurut Rudy, Parung memiliki potensi besar untuk ditata lebih representatif sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.
Dalam rencana tersebut, pemerintah juga akan menghadirkan fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) serta shelter angkutan umum. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.
Pemkab Bogor telah menyiapkan dua lahan strategis untuk mendukung pengembangan kawasan ini. Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi akan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi, sementara lahan seluas kurang lebih 2 hektare akan difungsikan sebagai kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.
Rudy menegaskan bahwa pembangunan ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta agar prosesnya lebih cepat dan efisien. “Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan kawasan Parung dilakukan secara bertahap. Setelah penataan di Cibinong, kini Parung menjadi fokus berikutnya sebagai kawasan strategis.
“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelas Ajat.
Ia menambahkan, penataan juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Ke depan, kawasan Parung dirancang terhubung hingga wilayah Ciseeng dan diharapkan mampu mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan baru di Kabupaten Bogor.
Dengan konsep terintegrasi ini, Parung tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai ruang publik modern yang nyaman, sekaligus menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor. ich
