Operasi Zebra 2025 Dimulai di Kota Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Operasi Zebra Jaya 2025 resmi dimulai di Kota Tangerang pada Senin, 17 November 2025, sebagai langkah terpadu aparat kepolisian untuk meningkatkan kedisiplinan pengendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kegiatan yang berlangsung hingga 30 November mendatang ini menjadi momentum penting bagi Satlantas Polres Metro Tangerang Kota untuk memperkuat aspek keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Dengan melibatkan ratusan personel, operasi ini diarahkan menyasar mayoritas pelanggaran kasat mata yang selama ini memicu kecelakaan serius di wilayah perkotaan.

Apel gelar pasukan menjadi penanda dimulainya operasi, dipimpin Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi dan didukung unsur TNI, Dishub, Satpol PP dan Jasa Raharja. Di hadapan seluruh peserta apel, jajaran kepolisian menegaskan bahwa tujuan utama operasi bukan sekadar penindakan, tetapi penguatan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan. Kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif yang tetap tegas pada pelanggaran-pelanggaran berbahaya.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Nopta Histaris Suzan menyampaikan bahwa sebanyak 165 personel diterjunkan pada Operasi Zebra Jaya tahun ini. Menurutnya, seluruh jalan protokol menjadi wilayah pengawasan, namun beberapa lokasi diprioritaskan karena memiliki tingkat pelanggaran tinggi. Jalan Jend. Sudirman, Jalan Kisamaun Pasar Lama, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Frontage disorot sebagai titik krusial dengan intensitas lalu lintas padat.

- Advertisement -

Selain penjagaan personel, Polres Metro Tangerang Kota juga menerapkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile di sejumlah ruas jalan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus mendorong kepatuhan pengendara terhadap peraturan lalu lintas. ETLE Mobile juga memungkinkan petugas mengidentifikasi pelanggaran dengan lebih cepat dan objektif.

Dalam operasi ini, polisi fokus pada enam jenis pelanggaran lalu lintas yang selama ini menjadi pemicu utama kecelakaan. Aksi balap liar, pengendara melawan arus, berkendara sambil menggunakan handphone, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm, dan tidak menggunakan sabuk keselamatan menjadi sasaran utama penegakan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut dinilai berpotensi besar menimbulkan kecelakaan fatal sehingga perlu penanganan khusus.

Nopta menegaskan bahwa pola operasi mengutamakan langkah preventif dan preemtif, termasuk pemberian edukasi keselamatan kepada masyarakat. Penindakan tetap dilakukan jika ditemukan pelanggaran membahayakan, namun pendekatan humanis menjadi prioritas agar masyarakat tidak merasa terintimidasi. Sosialisasi di ruang publik telah dilakukan sejak jauh hari sebagai bagian dari kampanye keselamatan.

Ia menjelaskan bahwa selain operasi fisik, pihaknya juga menggencarkan imbauan melalui media digital dan ruang publik. Tujuannya agar seluruh masyarakat memahami bahwa kepatuhan lalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari upaya melindungi diri dan orang lain. Kampanye keselamatan digelar serentak untuk meningkatkan kesadaran kolektif.

- Advertisement -

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari berharap masyarakat dapat mendukung penuh Operasi Zebra 2025. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama dan hanya bisa dicapai jika setiap pengendara memiliki komitmen untuk disiplin. Operasi ini ditargetkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus mewujudkan Kota Tangerang yang lebih aman dan tertib. ich

Read more

NEWS