Mudik Aman dengan Suzuki Fronx: Fitur DSBS II Bantu Cegah Tabrakan

Share

Channelsatu.com l – Rasa lelah, kantuk, atau penurunan konsentrasi adalah beberapa rintangan yang sering dihadapi pengemudi saat mudik.

Kondisi ini bisa muncul karena durasi mengemudi yang panjang atau kemacetan yang berlarut-larut, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Untuk menjamin keselamatan perjalanan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan fitur khusus pada mobil Fronx varian SGX, yaitu Dual Sensor Brake Support II (DSBS II).

- Advertisement -
Mudik Aman dengan Suzuki Fronx: Fitur DSBS II Bantu Cegah Tabrakan
Suzuki Fronx

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas (Korlantas), arus mudik Lebaran tahun lalu mencatat sebanyak 3.181 kasus kecelakaan. Dengan hadirnya fitur DSBS II pada Suzuki Fronx SGX, diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa pada mudik tahun ini.

“Saar mudik, kondisi di jalan sering berubah mendadak, seperti kendaraan di depan yang melakukan pengereman tiba-tiba. Fitur Suzuki Safety Support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan dan bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi punya waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan,” jelas Yulius Purwanto, Head of Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Bagaimana Cara Kerja Fitur DSBS II?

Fitur DSBS II merupakan bagian dari teknologi Suzuki Safety Support yang menggabungkan dua jenis sensor: Monocular Camera dan Millimeter Wave Radar.

Kedua sensor ini bekerja bersama untuk memantau jalan di depan secara terus-menerus, mengukur jarak dengan akurat, dan mendeteksi objek seperti kendaraan lain atau pejalan kaki.

- Advertisement -

Teknologi ini juga tetap efektif digunakan saat cuaca buruk seperti hujan atau saat mengemudi di malam hari.

“Teknologi DSBS II pada Suzuki Fronx SGX mengintegrasikan dua sensor mutakhir, yaitu Monocular Camera dan Millimeter Wave Radar. Sinergi keduanya memungkinkan sistem untuk memantau kondisi jalan di depan secara kontinu, membaca jarak secara akurat, serta mendeteksi objek seperti kendaraan lain maupun pejalan kaki,” ungkap Yulius.

Tiga Tahapan Perlindungan dari DSBS II

Fitur ini memberikan perlindungan dalam tiga tahapan yang berturut-turut:

1. Peringatan Benturan ke Depan: Sistem akan memberikan sinyal visual dan suara jika mendeteksi potensi benturan, sehingga pengemudi bisa segera mengambil tindakan.

2. Bantuan Pengereman untuk Mengurangi Kerusakan: Jika respons pengemudi kurang cepat atau cukup, sistem akan memberikan bantuan tekanan pengereman tambahan.

3. Pengereman Otomatis untuk Mengurangi Risiko: Jika risiko tabrakan semakin tinggi dan pengemudi belum bisa bereaksi, rem akan bekerja secara otomatis untuk menghindari atau meminimalkan kerusakan.

Cara Memastikan Fitur DSBS II Berfungsi Optimal

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari fitur ini, pengemudi perlu memperhatikan beberapa hal:

  • Periksa Indikator: Jika lampu indikator “DSBS II OFF” menyala berwarna kuning atau oranye, artinya sistem tidak aktif atau ada gangguan. Pada kondisi normal, lampu ini tidak akan menyala.
  • Pastikan Fitur Aktif: Selalu cek bahwa tombol atau sakelar DSBS II berada pada posisi ON sesuai petunjuk di buku panduan kendaraan.
  • Jaga Sensor Bersih: Area sensor pada bagian depan mobil (grille dan kaca depan) harus tetap bersih dari kotoran, debu, atau penghalang agar deteksi objek tetap akurat.

Penting untuk diingat bahwa DSBS II adalah fitur bantuan dan tidak dapat menggantikan peran pengemudi yang harus tetap konsentrasi, sehat, dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Mudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat. Kami menghimbau pelanggan untuk mengoptimalkan fitur keselamatan yang ada sebagai asisten berkendara. Selain itu, ada baiknya tetap mengutamakan fokus, kondisi fisik prima, serta kepatuhan pada aturan lalu lintas demi mewujudkan perjalanan keluarga secara aman dan menyenangkan,” pungkas Yulius.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Suzuki Indonesia dan produknya, silakan kunjungi situs resmi di www.suzuki.co.id.

Read more

NEWS