Man Sinner Tunda Rekaman Demi “Bumi Menangis (Unplugged)”

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Perilisan “Bumi Menangis (Unplugged)” menandai fase reflektif baru dalam perjalanan musik Man Sinner. Band skatepunk asal Jakarta ini memilih menahan energi agresif mereka dan menghadirkan pendekatan musikal yang lebih sunyi demi memperkuat pesan tentang krisis lingkungan yang kian nyata.

Single ini digarap secara spontan, dipicu oleh respons emosional para personel Man Sinner saat menyaksikan dampak banjir bandang di Sumatra dan Aceh. Peristiwa tersebut mendorong band ini untuk segera menghadirkan karya yang relevan dengan situasi aktual, meski harus mengorbankan agenda lain.

Achmad Alwan Damanik bersama Agga Satria Prabowo, Nero Riansyah, dan Agung Bahtiar sepakat bahwa pesan lagu jauh lebih penting daripada eksplorasi musikal semata. Aransemen unplugged dipilih agar ruang kontemplasi pendengar terbuka lebih luas.

- Advertisement -

Versi terbaru dari lagu yang pertama kali dirilis pada 2020 ini kembali menekankan kritik terhadap eksploitasi alam. Liriknya berbicara tentang ketidakseimbangan ekologis yang, jika terus dibiarkan, akan memicu bencana sebagai bentuk “jawaban” dari alam.

Nero Riansyah menilai pendekatan visual menjadi elemen penting dalam penyampaian pesan lagu. Oleh karena itu, video klip “Bumi Menangis (Unplugged)” dikemas dengan montase peristiwa banjir dan kerusakan lingkungan agar pesan mudah dipahami oleh generasi yang akrab dengan media visual.

Langkah ini dianggap relevan di tengah era media sosial dan konsumsi gawai yang tinggi. Man Sinner melihat video klip bukan sekadar pelengkap, melainkan sarana edukasi emosional yang mampu memperkuat dampak lagu.

Dampak dari proyek ini juga berpengaruh pada agenda band. Man Sinner memutuskan menunda proses rekaman dua lagu baru demi memusatkan energi pada perilisan “Bumi Menangis (Unplugged)” dan pesan yang ingin mereka gaungkan.

- Advertisement -

Ke depan, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026. Melalui penampilan langsung, band ini berharap pesan kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan secara lebih personal kepada para pendengar. ich

Read more

NEWS