Jakarta, Channelsatu.com – Panggung konser biasanya identik dengan penyanyi profesional. Namun, hal berbeda justru ditunjukkan dalam konser Ini Kami Nusantara 2026 yang digelar PT Master Vokal Indonesia di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Konser yang berlangsung mulai pukul 18.30 WIB itu menghadirkan lebih dari 160 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu kecintaan terhadap musik.
Penyelenggaraan konser ini juga mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai sponsor. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri melalui musik sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mengusung tema “Kami rindu menyediakan panggung untuk kamu yang rindu berkarya,” konser ini menjadi wadah bagi para penyanyi amatir, talenta muda, musisi, dan pencinta musik untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung.
Project Director Ini Kami Nusantara 2026, Ryan Toding, mengatakan bahwa konser ini memang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang musik.
“Kalau hari ini mereka masih disebut penyanyi amatir, tidak apa-apa. Ketika mereka diberikan kesempatan untuk berlatih dan dipersiapkan dengan baik, kita bisa melihat bagaimana mereka berkembang. Sebentar lagi kita lihat sendiri di panggung,” ujar Ryan.
Konser yang dipimpin Haris The Brother sebagai Founder sekaligus Artistic Director itu menghadirkan peserta dengan rentang usia yang cukup lebar. Peserta termuda berusia 7 tahun, sedangkan peserta tertua berusia 70 tahun.
Menurut Haris, konser ini menjadi bukti bahwa musik mampu menyatukan berbagai generasi dalam satu panggung yang sama.
“Konser hari ini bukan dibawakan oleh para selebritas, melainkan oleh anak-anak yang belajar vokal dan menyanyi. Ternyata, mereka juga bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan lagu-lagu nasional agar terjadi regenerasi,” kata Haris.
Tidak hanya berasal dari Jakarta, para peserta juga datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Palangkaraya, Medan, Pontianak, Surabaya, hingga Manado.
Menariknya, seluruh peserta yang terlibat tidak melalui proses seleksi yang ketat. “Tidak ada seleksi. Semua orang bisa bernyanyi jika mau dilatih,” ujarnya.
Meski sebagian besar peserta bukan penyanyi profesional, persiapan konser tetap dilakukan secara serius. Selama kurang lebih dua bulan, seluruh peserta mengikuti berbagai tahapan latihan, mulai dari latihan vokal, pendalaman materi lagu, koreografi, hingga latihan kolaborasi.
Sebanyak lebih dari 20 lagu nasional ditampilkan dalam konser tersebut dengan aransemen baru yang sebagian besar merupakan karya Haris The Brother.


Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Victoria yang membawakan lagu “Torang Satu Bangsa”, yang mengangkat tema persatuan dan dijadwalkan akan dirilis sebagai single dalam waktu dekat.
Selain itu, Diva Ramaniya dan Alicia membawakan lagu “Rumah Kita”, sementara Raqcuell dari Palangkaraya tampil membawakan lagu “Indonesia Yang Kucinta” yang diaransemen oleh musisi Topati.
Penampilan spesial lainnya hadir melalui Unisound Children Choir yang tampil bersama Haris The Brother dalam medley lagu daerah.
Konser ini juga melibatkan Kuya Music Entertainment yang menghadirkan sejumlah talenta muda dalam berbagai format penampilan, mulai dari solo, duet, hingga grup.


Brenda, perwakilan Kuya Music Entertainment, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda yang ingin berkarier di industri musik.
“Kami memang berfokus untuk menjadi wadah bagi anak-anak muda agar bisa menjadikan musik sebagai jalur untuk meraih mimpi mereka sebagai musisi. Karena itu, kami bekerja sama dengan Master Vokal untuk mencari talenta-talenta muda yang nantinya diharapkan bisa berkontribusi bagi industri musik Indonesia,” ujarnya.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, konser ini juga membawa misi sosial melalui program penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi penyelenggara, konser ini bukan sekadar pertunjukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Lebih dari itu, konser ini menjadi ruang untuk membuka kesempatan, menumbuhkan keberanian, dan membuktikan bahwa setiap orang berhak mendapatkan panggung untuk berkarya.

