Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kota Tangerang kembali memiliki destinasi kuliner yang menarik perhatian para pencinta makanan pedas dan gurih. Berlokasi di Komplek Korpri Blok AE 24, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Keiriz Kitchen hadir menawarkan beragam jajanan homemade dengan harga ramah di kantong mulai dari Rp5 ribuan, menjadikannya salah satu pilihan favorit masyarakat untuk berburu camilan hingga makanan berat.
Usaha kuliner rumahan ini menyediakan berbagai menu yang sedang digemari masyarakat, mulai dari otak-otak, seblak, mie tek tek nyemek, dimsum, kwetiau, hingga pangsit goreng dan rebus. Sejumlah menu andalan yang paling banyak diburu pelanggan di antaranya kwetiau goreng plus pangsit, pangsit ayam kuah keju creamy dan chili oil, dimsum goreng lumer kuah keju creamy, serta cireng kuah keju yang menjadi salah satu favorit pelanggan.
Pemilik Keiriz Kitchen, Nurul Istiani, mengungkapkan bahwa usahanya sudah dirintis sejak sebelum pandemi COVID-19. Awalnya, ia hanya menjual beberapa jenis makanan seperti seblak dan pangsit, sebelum akhirnya mengembangkan variasi menu mengikuti tren kuliner yang berkembang di masyarakat.
“Keiriz Kitchen ini ada sebelum masa pandemi COVID-19, awalnya saya pernah jualan seblak dan pangsit. Lalu saya lihat cireng kuah keju sedang hits, akhirnya saya coba dan dikembangkan lagi jadi lebih banyak menu,” ujar Nurul.
Perkembangan usaha yang dijalankan Nurul tidak terlepas dari komitmennya menjaga kualitas produk. Seluruh menu yang dijual diproduksi sendiri tanpa bergantung pada produk jadi dari luar. Mulai dari cireng, pangsit, chili oil, hingga dimsum dibuat secara homemade untuk memastikan cita rasa yang khas dan konsisten.
“Semuanya homemade. Cirengnya saya bikin sendiri, pangsitnya saya bikin sendiri, chili oil juga bikin sendiri, dimsumnya pun homemade,” katanya.
Tingginya minat pelanggan membuat Keiriz Kitchen mampu menghabiskan hingga 12 kilogram ayam filet setiap hari saat pesanan sedang ramai. Kondisi tersebut turut mendongkrak pendapatan usaha yang kini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.
Ke depan, Nurul berharap usahanya dapat terus berkembang dan memiliki area dine-in yang lebih luas agar pelanggan bisa menikmati sajian secara lebih nyaman. “Harapannya mudah-mudahan bisa diperluas lagi, terutama tempat dine-innya supaya pelanggan bisa lebih nyaman makan di sini,” tuturnya. Saat ini, Keiriz Kitchen melayani pelanggan setiap hari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB serta dapat diakses melalui layanan pesan antar online maupun pemesanan langsung melalui WhatsApp. ich
