Jakarta, Channelsatu.com – Tren fotografi di kalangan generasi muda terus mengalami perubahan. Jika dulu foto yang sempurna dan rapi menjadi standar utama di media sosial, kini generasi Z justru mulai menyukai hasil foto yang blur, grainy, hingga terkena cahaya flash berlebih karena dianggap lebih estetik, jujur, dan penuh cerita. Kamera vintage seperti analog dan digicam pun kembali populer sebagai medium untuk menangkap momen yang terasa lebih hidup dan autentik.
Fenomena tersebut membuat gaya fotografi retro dan nostalgia kembali naik daun di berbagai platform media sosial. Hasil jepretan yang candid, low light, hingga penuh noise kini dianggap memiliki “nyawa” yang lebih kuat dibanding foto yang terlalu dipoles secara digital.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan tren kamera vintage hadir karena generasi muda ingin mencari pengalaman yang lebih personal dalam mengabadikan momen.
“Tren foto kamera vintage lagi jadi salah satu cara bagi generasi muda untuk ciptakan momen terasa lebih punya karakter. Kami melihat tren ini hadir karena adanya keinginan untuk mencari cara yang lebih personal dalam mengabadikan momen. Tidak hanya dari hasil fotonya, tetapi juga dari pengalaman di baliknya,” ujar Adi Rahardja.
Menurutnya, proses memilih kamera, menentukan konsep, hingga melihat hasil foto dengan tone dan mood yang berbeda menjadi pengalaman tersendiri bagi pengguna. Hal itu membuat kamera analog maupun digicam kembali diminati, terutama oleh anak muda yang mulai jenuh dengan estetika media sosial yang terlalu sempurna.
Tren “imperfection” juga membuat foto dengan efek blur tidak sengaja atau flash harsh justru dianggap lebih nyata dan dinamis. Kamera analog dikenal mampu menghadirkan nuansa dreamy lewat grain dan tone warna yang unik, sementara digicam membawa kembali suasana Y2K dengan karakter foto yang playful dan artsy.
Shopee melihat tren tersebut turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai produk fotografi vintage, mulai dari kamera analog, digicam, hingga aksesori pendukung seperti strap kamera, pouch, dan dekorasi kamera yang kini menjadi bagian dari gaya hidup.
“Di Shopee, pengguna dapat menemukan berbagai pilihan kamera analog, digicam, aksesori fotografi, sampai fashion item dari para brand lokal yang mampu temani perjalananmu merangkum banyak momen berharga,” tambah Adi.
Selain kamera, pemilihan outfit dan konsep lokasi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan foto vintage yang estetik. Anak muda kini mulai membangun moodboard sederhana dengan konsep city walk, cafe diary, hingga night flash moment untuk memperkuat cerita dalam setiap foto yang mereka unggah.
Tak hanya sekadar tren visual, gaya fotografi vintage dinilai menjadi bentuk ekspresi diri generasi muda yang ingin tampil lebih natural dan autentik di tengah budaya media sosial yang serba instan dan penuh filter.
Menutup keterangannya, Adi menegaskan bahwa Shopee akan terus mendukung kreativitas pengguna dengan menghadirkan lebih banyak pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup dan eksplorasi visual generasi muda saat ini.
“Tren foto dengan kamera vintage menunjukkan bahwa kreativitas pengguna terus berkembang, termasuk dalam cara mereka mengabadikan momen sehari-hari. Shopee akan terus mendukung kebutuhan dan inspirasi gaya hidup pengguna,” tutupnya. ich
