Kota Tangerang, Channelsatu.com – Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini dituntut untuk lebih cepat mengenal dunia kerja dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang dinamis. Namun pada kenyataannya, kesenjangan antara kurikulum sekolah dan kebutuhan riil di lapangan masih menjadi tantangan besar, terutama terkait keterbatasan akses wawasan profesional bagi siswa di berbagai daerah.
Merespons tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengintervensi lewat aksi nyata melalui program Pekan Nasional Mengajar yang bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”. Program yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT PNM ke-27 ini diselenggarakan secara serentak dan berhasil menjangkau sebanyak 2.700 siswa-siswi SMK di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, PNM menerjunkan perwakilan terbaiknya ke sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman, wawasan, serta perspektif langsung mengenai dinamika dunia profesional. Salah satu sekolah yang berkesempatan menerima manfaat program ini adalah SMK Ki Hajar Dewantoro yang berlokasi di Pinang, Kota Tangerang, pada Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pencerahan mengenai pentingnya memiliki pola pikir kewirausahaan di era digital, pemahaman literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan. Di era modern, dunia kerja tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki keterampilan teknis semata, melainkan juga karakter yang adaptif, komunikatif, kreatif, dan punya semangat belajar tinggi.
Kehadiran program PNM Mengajar ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan dinilai menjadi langkah strategis yang sangat diperlukan guna mempersiapkan mental serta kompetensi siswa sebelum kelak lulus dan terjun ke masyarakat.
Kepala SMK Ki Hajar Dewantoro, Liza Puspita Sari, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian dan konsistensi PNM dalam memperhatikan masa depan para anak didiknya melalui pembekalan materi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kalian harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Materi yang diberikan merupakan bekal yang sangat berharga untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Serap setiap ilmu yang disampaikan, lalu terapkan dalam kehidupan maupun untuk persiapan di dunia kerja ke depannya,” ujar Liza Puspita Sari di hadapan para siswanya.
Melalui sinergi yang kuat antara sektor korporasi dan pendidikan seperti yang ditunjukkan dalam program PNM Mengajar, diharapkan tantangan yang dihadapi siswa SMK dapat termitigasi. Proses transisi dari bangku sekolah menuju dunia kerja pun diharapkan dapat berjalan lebih lancar, melahirkan generasi muda yang siap bertumbuh di tengah perubahan zaman. ich
