Kota Tangerang, Channelsatu.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyambangi kediaman jurnalis Adri Rosowulan yang tengah menjalani pemulihan akibat kecelakaan. Kunjungan tersebut menjadi simbol empati dan solidaritas terhadap insan pers yang sedang mengalami musibah.
Kehadiran jajaran kepolisian dan pemerintah daerah ini mencerminkan hubungan yang semakin terbuka antara aparat negara dan kalangan jurnalis. Momentum Hari Pers Nasional dimaknai tidak sekadar seremonial, tetapi juga sebagai ajang memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian lintas profesi.
AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesejahteraan jurnalis. Menurutnya, peran pers sangat strategis dalam menjaga keseimbangan informasi dan membangun kesadaran publik, sehingga perhatian terhadap insan pers menjadi hal yang penting.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian hadir dan peduli. Jurnalis adalah mitra penting dalam menjaga keterbukaan informasi dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi saat menyampaikan dukungan moril kepada Adri.
Senada dengan itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin turut menyampaikan rasa duka dan harapannya agar Adri Rosowulan segera pulih. Ia menilai profesi jurnalis memiliki kontribusi besar dalam mengawal pembangunan daerah dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Sachrudin juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menjaga hubungan yang harmonis dengan insan pers. Menurutnya, ekosistem informasi yang sehat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan media.
Adri Rosowulan mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh Wakapolres Bandara dan Wali Kota Tangerang. Dukungan tersebut menjadi suntikan semangat baginya untuk segera pulih dan kembali menjalankan tugas jurnalistiknya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa kepolisian dan pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam konteks birokrasi dan penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan, terutama terhadap jurnalis yang selama ini berperan penting dalam menyuarakan kepentingan publik. ich
