Kota Serang, Channelsatu.com – Kontingen Banten kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Jakarta 2025 melalui cabang olahraga Pencak Silat. Duet muda tangguh, Fadly Rizki Hiwarani dan Bagas, berhasil mempersembahkan medali emas setelah menumbangkan lawan berat dari Jawa Barat pada laga final yang berlangsung menegangkan dengan selisih skor amat tipis.
Dalam pertandingan penuh tekanan di arena utama POPNAS Jakarta, pasangan ganda putra asal Kota Tangerang itu mencatatkan skor 9930, unggul hanya lima poin atas pesilat Jawa Barat yang mengumpulkan 9925 poin. Kemenangan ini bukan hanya memastikan emas bagi Banten, tetapi juga menegaskan kapasitas atlet muda tersebut sebagai generasi baru andalan di dunia Pencak Silat nasional.
Menurut Andes Respati, pengurus BAPOPSI Kota Tangerang bidang Pembinaan dan Prestasi, perjalanan Fadly dan Bagas menuju podium tertinggi bukan perkara mudah. “Alhamdulillah mereka sempat dapat bye di babak awal, tapi setelah itu menghadapi lawan-lawan berat. Di delapan besar mengalahkan Sumatera Selatan, lalu di semifinal bertemu DKI Jakarta sebagai tuan rumah, dan akhirnya menghadapi Jawa Barat di final,” ujarnya.
Andes menuturkan dua laga terakhir adalah yang paling menegangkan. “Semifinal dan final benar-benar menguras tenaga dan mental. Tapi berkat doa semua pihak, Fadly dan Bagas bisa tampil fokus dan tenang. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala,” tambahnya dengan nada syukur.
Medali emas di POPNAS 2025 ini menjadi puncak dari jejak prestasi Fadly Rizki Hiwarani, pelajar SMAN 1 Kota Tangerang berusia 16 tahun yang dikenal disiplin dan bermental juara. Sebelumnya, Fadly telah mencatatkan prestasi membanggakan sebagai Juara 1 Kejurnas 2024 dan bahkan Juara Dunia dalam kejuaraan Pencak Silat di Abu Dhabi. Raihan emas POPNAS ini melengkapi deretan pencapaian gemilangnya sepanjang dua tahun terakhir.
“Kunci keberhasilan Fadly ada pada disiplin. Dia tekun latihan, baik fisik maupun teknik, dan yang paling penting selalu menjaga ibadah,” jelas Andes. Ia menilai ketekunan dan kerendahan hati Fadly menjadi fondasi kuat keberhasilannya di arena.
Selain mengukir prestasi, Fadly juga memiliki impian besar untuk masa depan. Di luar dunia olahraga, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan, baik Akmil maupun IPDN. “Semoga Allah mengabulkan cita-citanya Fadly. Aamiin,” tutup Andes dengan penuh haru.
Kemenangan Fadly dan Bagas tak hanya menjadi kebanggaan bagi Banten, tetapi juga inspirasi bagi pelajar seluruh Indonesia bahwa semangat, disiplin, dan doa dapat membawa hasil luar biasa di panggung nasional maupun internasional. ich
