Didimax Pertahankan Standar Kepatuhan, Raih Grade A+++ Bappebti Semester I 2026

Share

Jakarta, Channelsatu.com – PT Didimax Pialang Berjangka memperoleh Grade A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk penilaian Semester I 2026. Hasil tersebut berkaitan dengan kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha sekaligus upaya menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah.

Pencapaian ini menjadi bagian dari evaluasi perusahaan terhadap penerapan tata kelola dan standar operasional di tengah perkembangan industri perdagangan berjangka komoditi yang terus berubah.

Direktur sekaligus Direktur Kepatuhan PT Didimax Pialang Berjangka, Zulfan Syaiful Bahri, mengatakan hasil tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk mempertahankan standar yang telah dijalankan.

- Advertisement -

“Kami bersyukur atas pencapaian Grade A+++ dari Bappebti pada Semester I 2026. Bagi kami, pencapaian ini merupakan bentuk motivasi untuk terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah secara konsisten,” ujar Zulfan.

Menurut Zulfan, kepatuhan terhadap aturan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban perusahaan kepada regulator. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan berjangka komoditi.

Karena itu, Didimax menempatkan kepatuhan sebagai bagian dari kegiatan operasional sehari-hari. Perusahaan juga terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan usaha tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Pengalaman Zulfan di industri perdagangan berjangka turut mendukung perannya dalam menjaga penerapan standar tersebut. Berdasarkan profil yang dipublikasikan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI), ia telah berkecimpung di industri perdagangan berjangka dan komoditi sejak 2004 dan bergabung dengan PT Didimax Berjangka sebagai Direktur Kepatuhan pada 2017.

- Advertisement -

Di luar perusahaan, Zulfan juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) untuk periode 2025–2029. Bappebti mencatat keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan literasi dan edukasi perdagangan berjangka komoditi.

Aspek edukasi dinilai penting karena masyarakat perlu memahami cara kerja perdagangan berjangka sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi. Informasi mengenai produk, mekanisme transaksi, serta risiko menjadi bagian yang perlu diketahui calon nasabah maupun nasabah.

“Edukasi menjadi bagian penting dalam membangun industri yang sehat. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan memahami risiko sebelum memutuskan untuk bertransaksi di perdagangan berjangka,” ujar Zulfan.

Selain edukasi, perkembangan teknologi juga membuat kebutuhan terhadap layanan nasabah ikut berubah. Didimax menyebut peningkatan kemampuan sumber daya manusia, komunikasi dengan nasabah, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbaiki pelayanan.

Bagi Didimax, hasil penilaian Grade A+++ tersebut bukan menjadi alasan untuk mengurangi evaluasi internal. Perusahaan tetap menempatkan perbaikan tata kelola, kepatuhan, pelayanan, dan edukasi sebagai bagian dari kegiatan yang perlu dijalankan secara berkelanjutan.

“Kami melihat pencapaian ini sebagai tanggung jawab untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Kepercayaan nasabah harus dijaga melalui kepatuhan, transparansi, edukasi, serta pelayanan yang profesional,” kata Zulfan.

Didimax juga menilai perkembangan industri perdagangan berjangka membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari regulator, asosiasi, perusahaan pialang, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kegiatan perdagangan berjangka yang transparan dan bertanggung jawab.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Didimax. Pencapaian Grade A+++ ini akan kami jadikan motivasi untuk terus memberikan layanan yang lebih baik sekaligus menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada perusahaan,” tutup Zulfan. (Kul)

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS