Bukan Sekadar Menu Hotel, InJourney Hospitality Angkat Kuliner Nusantara Jadi Pengalaman Wisata

Share

Yogyakarta, Channelsatu.com – Kuliner Indonesia memiliki ruang besar untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata. Melihat potensi tersebut, InJourney Hospitality mendorong pengembangan talenta kuliner agar sajian di hotel tidak hanya memenuhi kebutuhan bersantap tamu, tetapi juga mampu menceritakan identitas dan kekayaan setiap destinasi.

Langkah itu dilakukan melalui The Culinary Catalyst Workshop 2026 yang berlangsung pada 25–26 September 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Workshop mempertemukan chef dan profesional Food & Beverage (F&B) dari berbagai unit hotel InJourney Hospitality.

Peserta berasal dari sejumlah properti, di antaranya The Meru Sanur & Bali Beach Hotel, Grand Hotel De Djokja, Grand Inna Medan, Truntum Padang, dan KHAS Parapat. Kehadiran talenta dari berbagai daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunitas chef dengan latar belakang dan kekayaan kuliner yang beragam.

- Advertisement -

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengatakan kuliner dapat menjadi salah satu kekuatan yang membedakan pengalaman hospitality Indonesia dengan destinasi lainnya.

“Indonesia memiliki kekayaan kuliner dan biodiversitas yang luar biasa,” kata Christine.

Menurut dia, kekayaan tersebut perlu diterjemahkan secara lebih luas sehingga tidak berhenti pada sajian makanan. Kuliner dapat menjadi bagian dari cerita yang dirasakan langsung oleh wisatawan ketika menginap dan berkunjung ke suatu destinasi.

“Memastikan kekayaan tersebut tidak hanya hadir sebagai menu, tetapi berkembang menjadi pengalaman, cerita, serta value proposition yang memiliki daya saing hingga ke panggung global,” ujarnya.

- Advertisement -

Konsep tersebut kemudian diterapkan melalui pengembangan signature dish yang memberikan ruang kepada para chef untuk mengeksplorasi bahan lokal, teknik memasak, tradisi, hingga cerita di balik makanan.

Dengan pendekatan ini, kuliner ditempatkan sebagai bagian dari *guest experience* sekaligus sarana memperkenalkan karakter suatu daerah kepada wisatawan.

Christine menambahkan bahwa pengembangan talenta kuliner perlu dilakukan secara sistematis dengan menggabungkan kreativitas, craftsmanship, pemahaman bisnis, keamanan pangan, serta kemampuan menggali kekayaan lokal.

“Kami ingin chef dan talenta F&B InJourney Hospitality memiliki ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan berbagi pengetahuan,” katanya.

Tidak hanya kreativitas menu, Culinary Catalyst juga memiliki tanggung jawab untuk membantu membangun standar F&B di seluruh portofolio InJourney Hospitality. Peran tersebut mencakup pengembangan signature menu, pelatihan kuliner, F&B management audit, *on-site culinary review*, hingga pengembangan akademi kuliner.

Dalam workshop, para peserta mendapatkan materi mengenai breakfast standard, menu cycle, F&B cost management, culinary experience, amenities, welcome drink, hingga keamanan dan kebersihan pangan berbasis HACCP.

Pengelolaan food waste serta pengembangan dan regenerasi tim kuliner juga menjadi bagian dari materi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kuliner tidak hanya berkaitan dengan rasa dan tampilan makanan, tetapi juga menyangkut aspek operasional serta keberlanjutan bisnis.

Program Culinary Catalyst selanjutnya diarahkan untuk mencakup talenta dari hotel bintang lima, empat, dan tiga di berbagai wilayah Indonesia. Komposisi tersebut akan terus dikembangkan untuk merepresentasikan keragaman daerah, termasuk Sumatra dan Indonesia Timur.

Ekosistem pengembangan talenta juga diperkuat melalui rencana penyusunan InJourney Hospitality Culinary Book, penempatan Culinary Catalyst di berbagai unit hotel, serta aspirasi pembentukan Culinary Academy pada 2027.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat proses berbagi pengetahuan sekaligus membangun regenerasi talenta kuliner secara berkelanjutan. Dengan demikian, kekayaan kuliner lokal dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan industri hospitality.

Bagi InJourney Hospitality, penguatan talenta kuliner juga berkaitan dengan penciptaan nilai bisnis. Ketika sajian makanan mampu menghadirkan cerita, karakter destinasi, dan pengalaman yang khas, kuliner dapat menjadi bagian dari daya tarik hospitality.

Melalui Culinary Catalyst, InJourney Hospitality menempatkan chef dan profesional F&B sebagai bagian dari penggerak transformasi hospitality, sekaligus membuka ruang bagi kekayaan kuliner Indonesia untuk dikenal lebih luas melalui pengalaman wisata yang autentik. ich

Read more

NEWS