Jakarta, Channelsatu.com – Industri komunikasi selama ini masih kerap mengukur pengalaman dari lamanya masa kerja. Namun, daftar 30 Under 30 Indonesia dari Campaign Asia-Pacific hadir untuk menggeser perspektif tersebut, dengan menyoroti profesional muda yang telah memberikan dampak nyata sejak awal kariernya.
Salah satu nama yang mencuri perhatian tahun ini adalah Dicky Ahmad Ghiffari. Ia dikenal dengan pendekatan kreatif dan strategis dalam membangun kemitraan komunikasi berbasis nilai, bukan sekadar anggaran.
Dicky menjadi sorotan saat terlibat dalam kampanye film animasi “Jumbo” dari Visinema. Alih-alih menggunakan pendekatan iklan konvensional, ia memilih strategi storytelling dengan menggandeng kreator digital Abe Cekut.
Kampanye tersebut mengangkat pengalaman pertama Abe menonton di bioskop, yang kemudian dibagikan kepada jutaan pengikutnya. Hasilnya, konten tersebut viral secara organik tanpa biaya promosi dan turut mendorong kesuksesan film tersebut di pasar Asia Tenggara.
“Pendekatan berbasis cerita memiliki kekuatan emosional yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar eksposur berbayar,” ujar Dicky.
Tak hanya dari sisi kampanye, kontribusinya di Gushcloud Indonesia juga berdampak pada bisnis. Ia berhasil memimpin pitch yang menghasilkan retainer PR pertama perusahaan untuk klien teknologi global.
VP of Operations Oddie Randa menyampaikan apresiasinya terhadap Dicky.
“Dicky memiliki kombinasi ketajaman kreatif, kedisiplinan strategis, serta kematangan interpersonal yang melampaui pengalaman profesionalnya,” ujarnya.
Bagi Dicky, penghargaan ini bukanlah akhir perjalanan. “Ini adalah awal untuk proyek-proyek besar berikutnya. Saya ingin terus menciptakan dampak positif melalui komunikasi,” tutupnya. ich
